36 Pegawai Pemkab Brebes Dinyatakan Positif Covid-19

Kesehatan

Gugah.id – Sebanyak 36 pegawai Pemkab Brebes Dinyatakan Positif Covid-19. Beberapa di antara mereka diketahui baru pulang dari kegiatan tur ke Bromo dan Malang dalam rangka studi banding, 7-9 November 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Sartono menegaskan, akan sulit melacak sumber penularan. Namun salah satu riwayat perjalanan ialah mengikuti tur ke Bromo dan Malang dalam rangka studi banding. Studi banding dilakukan terkait reformasi birokrasi tentang kedisiplinan ASN. Dalam tur tersebut, diikuti pula sejumlah pejabat Pemkab Brebes.

“Setelah dilakukan tes swab, ada 12 pegawai Pemkab Brebes yang dinyatakan positif Covid-19. Sehingga jumlah sementara menjadi 25 orang, yakni 3 orang keluarga bupati, 12 orang penghuni rumah dinas dan 10 orang pejabat Pemkab Brebes,” Ujarnya.

Setelah dilacak, kembali ditemukan 11 orang lain yang positif COVID-19 pada Selasa (24/11). Tiga orang di antaranya adalah rombong peserta tur dan diduga tertular di dalam bus saat acara tersebut.

“Tambahannya tiga peserta tur, dan delapan karyawan BKPSDMD. Hasil laboratorium keluar hari ini,” kata Sartono, kepada wartawan, Selasa (24/11).

Delapan karyawan BKPSDMD tersebut diduga merupakan kontak dari salah satu pejabat peserta tur yang sudah dinyatakan positif COVID-19.

Terkait temuan ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar para ASN menahan diri untuk bepergian ke luar kota.

“Berkali-kali kita sampaikan agar berhati-hati. Kami tidak melarang tapi mesti berhati-hati kalau dalam konteks itu pejabat kalau tidak tugas kurangi dulu deh piknik,” kata Ganjar.

Lanjut ganjar, Bukan tidak memperbolehkan, namun ASN mengurangi kegiatan ke luar kota, apalagi untuk kegiatan piknik.

“Pikniknya sama keluarga yang dekat-dekat saja. Kalau ada tugas umpama seminar di Bromo silakan berangkat. Tapi rasa-rasanya ke Bromo tidak seminar, ya,” lanjut Ganjar saat ditemui di kantornya (dikutip dari kompas.com), Selasa (24/11).

Ganjar juga mengancam akan mendenda ASN yang melanggar aturan-aturan protokol kesehatan.

“Kecuali kalau dia ditugaskan dalam rangka kerja boleh. Karena kita ini sebenarnya punya resiko semua ya kaya wartawan inilah tiap hari ditugaskan punya resiko tapi kan kita mesti memprotek kalau ASN jangan dulu deh apalagi urusannya piknik kalau bertugas silakan. Tapi nanti dicek dan ditracing,” ungkap dia. (*)

Leave a Reply