Aborsi Janin Hingga Tewas, Wanita asal Songgom Ditangkap Polisi di Semarang

Hukum Peristiwa
Seorang wanita asal Songgom, Brebes bersama paparnya ditangkap polisi di Polresta Semarang. (foto: Istimewa)

SEMARANG, gugah.id – Jagat maya di Kabupaten Brebes dihebohkan dihebohkan seorang warganya yang terlibat dalam upaya aborsi janin bayi. Aksi bejat pembunuhan bayi tersebut dilakukan sepasang sejoli hubungan gelap (hugel). Mereka mengaborsi janin hingga tewas.

Pelaku adalah Y (23), warga Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes dengan pacarnya A (22), warga Semarang. Saat mengaborsi janin, keadaan bayi berusia 7 bulan di dalam kandungan itu masih hidup. Mereka akhirnya menjerat janin bayi menggunakan kain hingga tewas.

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Agus Supriyadi saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian bermula saat seorang warga di Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang menemukan bungkusan plastik, pada Sabtu (02/09/2021) lalu. Saat dibuka ternyata bayi perempuan dalam keadaan tak bernyawa. Mengetahui kejadian tersebut, warga melapor ke polisi.

“Tersangka kami tangkap kurang dari 24 jam setelah melakukan aksinya. Tersangka wanita ini merupakan warga Kabupaten Brebes yang menjalin hubungan (pacaran) selama dua tahun dengan pria asal Semarang,” kata mantan Kasatreskrim Polres Brebes, Selasa (5/10/2021).

Dia melanjutkan, tersangka yang sudah berpacaran selama dua tahun ini ditangkap di rumah kosnya. Tersangka mengaku nekat menggugurkan kandungannya lantaran pacarnya tak bersedia bertanggung jawab hingga tersangka wanita hamil 7 bulan.

Wakasatreskrim melanjutkan, pasangan tersangka ini mengaku, sebelum melakukan aksinya sempat meminum obat penggugur kandungan yang dibelinya melalui situs online senilai Rp500 ribu. Setelah minum obat tersebut, tersangka wanita merasa sakit perut. Tersangka kemudian memeriksakan kandungannya ke bidan.

“Usai memeriksakan kandungan, saat perjalanan pulang ternyata tersangka wanita mengalami kontraksi, kemudian meminjam toilet warga. Di situlah tersangka wanita melahirkan yang dibantu tersangka pria,” tandasnya.

Setelah melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan, ungkap Wakasatreskirm, kemudian kedua tersangka menjerat bayi tersebut dengan kain. Setelah dipastikan tewas, kedua tersangka membungkus dan membuangya ke belakang rumah melalui jendela.

“Keduanya merupakan karyawan di rumah makan yang ada di Kota Semarang. Atas perbuatannya pelaku terancam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 342 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya. (mah)

Leave a Reply