Antisipasi Kebakaran Kapal Tiap Kapal Diminta Punya APAR

Umum
Antisipasi kebakaran kapal, Armada Damkar disiagakan di Pelabuhan Kluwut sebagai antisipasi terjadinya kebakaran kapal. (foto: Istimewa)

BREBES, gugah.id – Sebagai langkah antisipasi kebakaran kapal di Pelabuhan Kluwut Kecamatan Kabupaten Brebes, setiap kapal diminta bisa memiliki alat pemadam kebakaran ringan (APAR).

Langkah antisipatif ini dinilai penting, untuk menghindari terjadinya kebakaran kapal.

Seorang tokoh nelayan asal Desa Kluwut, Ahmad Mutaqin menjelaskan, di Pelabuhan Kluwut harus dilakukan pemantauan khususnya tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Brebes.

Menurutnya, para nelayan di desa ini sudah berkoordinasi dengan Tim Damkar Brebes.

“Sudah ada komunikasi antara nelayan dan Tim Damkar Tanjung, Brebes. Petugas Damkar akan melakukan patroli setiap saat di Pelabuhan Kluwut,” katanya, Selasa (1/2/2022).

Dia menuturkan, selama 3 bulan terakhir telah terjadi 3 kebakaran kapal di Pelabuhan Kluwut dan Tegal.

Di Pelabuhan Tegal, kebakaran kapal terjadi pada bulan November tahun 2021 dan Sabtu (29/1/2022) kemarin, yang menghanguskan belasan kapal nelayan.

Baca Juga:
Update: 17 Kapal Terbakar Di Tegal, Tim Labfor Polda Jateng Diturunkan Untuk Olah TKP

Sementara untuk di Pelabuhan Kluwut, Brebes terjadi pada 22 Desember tahun 2021 lalu. Kebakaran di tempat ini menyebabkan satu kapal ludes. Kebakaran kapal tersebut, diduga akibat konsleting listrik.

“Kondisi ini membuat keprihatinan semua pihak, termasuk para nelayan juga khawatir,” lanjut dia.

Menurut dia, tiap kapal yang terbakar akan membuat pemilik rugi hingga miliaran rupiah. Belum lagi berdampak pada anak buah kapal (ABK) yang tentu tidak bisa melaut.

Harus Ada Edukasi kepada ABK

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Brebes Teguh Wahid Turmudi yang juga warga setempat menuturkan, kejadian kebakaran di Pelabuhan Tegal menjadi pelajaran, agar ada langkah antisipatif.

Dinas Perikanan Kabupaten Brebes diharapkan bisa berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pemerintah diharapkan bisa mengambil langkah terbaik untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran kapal di Pelabuhan Kluwut.

“Jika sumber api berasal dari konsleting listrik di kapal, maka harus ada pembenahan penempatan kapal-kapal yang mendarat di pelabuhan Kluwut, sehingga bahaya kebakaran dan dampaknya bisa diminimalisir,” ucapnya.

Namun, apabila disebabkan oleh human error, maka harus ada edukasi pembekalan pembelajaran kepada para anak buah kapal (ABK) yang berjaga.

Paling tidak para ABK bisa memahami cara pencegahan dan penanganan bilamana kebakaran terjadi.

“Termasuk adanya ketersediaan peralatan alat pemadam kebakaran,” tutupnya. (Mahesa B)

Leave a Reply