Bupati Brebes dan Jajarannya menghadiri Peringatan HSP Virtual

Nasional Regional
Bupati Brebes dan Jajarannya menghadiri Peringatan HSP Virtual

Gugah.id – Bupati Brebes Idza Priyanti, didampingi Sekretaris Daerah, Djoko Gunawan, Kepala Dikpora Brebes Sutrisno, dan OPD lain menghadiri Puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-92 Tahun 2020 di tengah masa pandemi Covid-19 yang digelar secara virtual, untuk mendukung protokol kesehatan.

Sesuai petunjuk dari Kemenpora Nomor: PP.02.02/10.26.1/SET.D-II/X/2020, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Brebes Sutrisno mengatakan. Diinstruksikan untuk mengikuti peringatan HSP melalui virtual atau siaran stasiun TV.

“Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 maka tidak direkomendasikan pelaksanaan kegiatan upacara secara kehadiran fisik langsung. Setiap Kepala Dispora kabupaten/kota hanya diminta mengikuti upacara lewat virtual,” katanya, Rabu (28/10).

Lanjut Sutrisno, Pihaknya juga mengundang para Kepala OPD Pemkab Brebes, Ormas, KNPI, serta tamu undangan lainnya.

Presiden berbicara dalam pidatonya mengenai upaya menjaga persatuan dan pembangunan serta akses informasi yang merata bagi seluruh warga negara Indonesia.

“Dalam arus besar globalisasi yang sering terjadi adalah persaingan yang sengit antar-negara dan juga antar-individu. Tidak jarang kompetisi itu berujung pada upaya saling mengalahkan, saling menghancurkan. Hal itu menjadi energi negatif yang merugikan kita semuanya,” kata Presiden dalam sambutannya.

Sumpah Pemuda justru membawa energi positif yang menyatukan persaingan dan perbedaan. Yang semuanya bisa diselesaikan dengan cara bersatu dan bekerja sama. Selain itu, presiden berbicara terkait peresmian stasiun TVRI ke-30 yang berlokasi di Papua Barat. Video tersebut ditutup dengan penandatanganan prasasti peresmian.

Presiden menegaskan, bersatu dan bekerja sama adalah kunci untuk mencapai Indonesia maju. Upaya-upaya untuk menjaga persatuan harus terus dilakukan. Menjadi Indonesia, tidak cukup hanya dengan menjadi bagian dari wilayah Indonesia. Namun harus bekerja sama merawat ke-Indonesiaan.

“Ke-Indonesiaan harus selalu dijaga dengan semangat solidaritas dan rasa persaudaraan. Kita harus saling membantu satu sama lain dalam semangat solidaritas. Tidak ada Jawa, tidak ada Sumatera, tidak ada Sulawesi, tidak ada Papua, yang ada adalah saudara sebangsa dan setanah air,” lanjutnya.

Presiden mengatakan, dengan pembangunan yang merata dan berkeadilan, maka masyarakat Papua, masyarakat Aceh, dan masyarakat Indonesia di berbagai wilayah merasa menjadi bagian dari Indonesia, merasa memiliki Indonesia, serta ikut berkontribusi untuk memajukan Indonesia. (*)

Leave a Reply