DPRD Dukung Tolak Omnibus Law, Kericuhan Pendemo Tetap Meluas

Peristiwa Politik
Anggota DPRD Brebes Wamadiharjo ditemani H. Haryanto dan Mashadi menemui massa yang melakukan Aksi

Gugah.id – DPRD Dukung Tolak Omnibus Law, Kericuhan Pendemo Tetap Meluas. Aksi oleh ribuan massa gabungan dari mahasiswa, buruh dan sejumlah organisasi masyarakat menolak UU Omnibuslaw terjadi di depan gedung DPRD Kabupaten Brebes. Jum’at (9/10)

Mereka berorasi sambil membentangkan puluhan spanduk dan poster tuntutan. Tidak lama, perwakilan pendemo diterima anggota DPRD yang dipimpin Wamadiharjo untuk mengikuti audensi di aula DPRD setempat.

Anggota DPRD Kabupaten Brebes Wamadiharjo mengatakan, tuntutan mereka (massa unjuk rasa) yaitu hanya satu. Yaitu, pencabutan Undang-undang Omnibus Law.

“Semua perwakilan menyampaikan hal yang sama. Atas dasar persetujuan dari pimpinan, bahwa kami menyetujui adanya penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja,” terang Politisi PKS itu.

Isi Surat Pernyataan Penolakan UU Cipta Kerja yang Ditandatangani oleh DPRD Kabupaten Brebes

Demo dari massa gabungan dari mahasiswa, buruh, ormas dan pelajar STM itu awalnya berjalan damai dan tertib. Kericuhan dipicu beberapa pendemo yang tiba-tiba melempari polisi dengan botol minuman dan disusul lemparan batu, hingga petugas membubarkan masa dengan gas air mata. Memasuki waktu sholat Jumat, situasi mulai kondusif.

Massa menggelar aksi demo secara bergelombang. Kali pertama massa dari mahasiswa dan ormas. Kemudian, berganti masa dari mahasiswa, buruh, ormas dan pelajar STM.

Kericuhan kembali terjadi usai sholat Jumat, massa kembali berkumpul di alun-alun pusat Kota Brebes dengan jumlah yang makin banyak. Kondisi itu memaksa petugas membubarkan masa dengan tembakan gas air mata.

Suasana menjadi kacau, lemparan batu terus diarahkan ke petugas. Sementara petugas juga terus menghalau masa yang beringas agar bubar. Kelompok masa terpecah menjadi tiga, yakni ke arah barat, timur dan selatan.

Jalur Pantura Brebes Kota pun sempat lumpuh beberapa saat.  Mereka terus didesak mundur oleh petugas ke arah barat hingga membubarkan diri. Bahkan karena kericuhan, ribuan peserta demo sempat masuk ke dalam masjid Agung Brebes.

Namun, tak lama berselang polisi meminta mereka membubarkan diri dan pulang dengan tertib.

Anggota DPRD Brebes Haryanto mengatakan, para pendemo jangan bertindak anarkis karena tujuan dari aksi sudah terpenuhi. DPRD sudah menyetujui untuk menolak UU Cipta Kerja.

“Saya memohon dan minta temen-temen bisa pulang tanpa anarkis dan selamat sampai rumah,” kata politisi PKB itu. (*)

Leave a Reply