Dua Keluarga di Brebes Tinggal di Rumah Tak Layak, Tanpa Jamban dan Listrik

Ekonomi
Penghuni rumah tidak layak di Desa Siasem Kecamatan Wanasari nampak tertidur di ranjangnya yang bodol. (foto: Istimewa)

BREBES, gugah.id – Potret kemiskinan ekstrem di Kabupaten Brebes tersambar jelas banyaknya rumah tidak layak huni. Salah satunya rumah tidak layak yang kondisinya memprihatinkan di Desa Siasem Kecamatan Wanasari. Rumah ini dihuni oleh empat orang dari dua keluarga.

Menginjak usia senja, Kusnadi (55) dan Sulaiman (60), kakak beradik di Desa Siasem Kecamatan Wanasari ini hidup tak layak. Masing-masing saudara ini memiliki satu anak laki-laki dan tinggal serumah yang kondisinya memprihatinkan di RT 11 RW 01 Dusun Siasem Pulo.

Kusnadi dan kakaknya tinggal di rumah tidak layak yang hanya berlantai tanah. Atap rumahnya banyak yang bolong-bolong. Saat hujan, rumahnya tertampuh air hujan dan bocor. Lantai tanahnya kerapkali berlumpur karena menjadi genangan air hujan. Ironisnya, rumah yang berada di tak jauh dari belakang Pendopo Bupati Brebes ini tak memiliki jamban dan saluran listrik.

“Saya tinggal besama kakak dan ada dua anak laki-laki di sini. Kalau isteri-isteri kami sudah meninggal dunia,” kata Kusnadi di rumahnya, Rabu (29/12/2021).

Baca Juga:
Sebagai Desa Miskin Ekstrem, Rengaspendawa Banjir Bantuan
Akademisi Kritisi Penanganan Kemiskinan Ekstrem Di Brebes

Kusnadi mengungkapkan, lantaran belum memiliki jamban, ia bersama penghuni lainnya buang air besar di pekarangan belakang rumahnya. Untuk memasak pun di belakang rumah menggunakan tungku dan kayu bakar. Sedangkan untuk kebutuhan listrik, rumah itu masih numpang di jaringan listrik tetangga.

“Kalau BAB ya terpaksa ke pekarangan belakang rumah, untuk mandi kadang ke kakak saya yang rumahnya bersebelahan,” lanjut dia.

Kusnadi mengaku, jika hujan turun deras rumahnya selalu kebanjiran. Hal itu lantaran rumahnya lebih rendah dari tetangga sekitar, jadi aliran airnya selalu mengalir ke rumahnya yang kemudian menggenang di dalam dan sekitar rumahnya. Dampaknya juga terhadap kesehatan, ia selalu merasakan masuk angin.

Baca Juga:
43 Desa Di Brebes Miskin Ekstrem, Ini Daftar Desa Yang Bakal Ditangani
43 Desa Di Brebes Miskin Ekstrem, 187 Ribu Warganya Berpenghasilan Rp 11.500 Sehari

“Kalau hujan deras airnya masuk ke ruangan, terus menggenang di dalam dan sekitaran rumah. Dampaknya terhadap kesehatan, saat ini saya juga sedang merasakan masuk angin,” ucapnya.

Karena tak punya penghasilan tetap, tutur Kusnadi, ia tidak bisa merenovasi rumahnya dan membuat jambani yang layak. Dirinya pernah ditawari bantuan dari pemerintah lewat program Rumah Tak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp.15 juta sekitar 5 tahun lalu. Namun karena tak punya biaya tambahan, bantuan tersebut tak diambil.

“Syarat penerima bantuan kan rumah harus dirobohkan semua, sementara bantuan hanya Rp.15 juta. Karena saya tak mempunyai biaya tambahan jadi bantuannya tidak saya ambil,” tandasnya. (mah)

Leave a Reply