Festival UMKM di Hari Jadi Brebes ke 344, Jadi Trend Positif Bagi Pelaku UMKM

Ekonomi
Pengunjung memenuhi salah satu stand festival UMKM di Islamic Center Brebes (foto : A. Farizal)

BREBES, gugah.id – Dalam rangka memperingati Hari ulang Tahun Kabupaten Brebes yang ke 344, Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar beberapa Acara yaitu Rapat paripurna, ziarah, lomba dan olahraga, hiburan/pentas seni, anjangsana, donor darah, gelar produk UMKM, festival kopi Brebes dan lain-lain.

Di antara berbagai kegiatan yang berlangsung untuk menyambut ulang tahun Brebes, Festival UMKM menjadi sorotan banyak mata, khususnya masyarakat Brebes yang hobi kuliner. Festival Kuliner yang berada di kawasan komplek Islamic Center Brebes ini menyediakan stand makanan kuliner dari mulai produk-produk UMKM sampai Korean Food. Acara ini terselenggara dari tanggal 14-23 Januari pukul 15.00-21.00.

Di hari kedua acara festival UMKM, terlihat antrean pengunjung yang membludak. Hal ini merupakan respon positif untuk UMKM di Kabupaten Brebes yang sebelumnya lesu akibat hantaman pamdemi Covid-19.

Menurut Evi, yang juga tergabung dalam paguyuban UMKM Remojong, gelaran produk UMKM menjadi momentum kebangkitan UMKM setelah terpuruknya penjualan di masa pandemi.

“Acara ini sangat bagus bisa memperkenalkan produk-produk asli dari Brebes dan juga bisa meningkatkan ekonomi rakyat,” Ujar Evi.

Hal senada disampaikan Trilinda Sesilia Antika atau biasa dikenal dengan nama Sisil. Ia yang merupakan Owner dari Ceker Ndower Brebes, mengatakan, Festival UMKM ini menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM yang ada di Brebes. Pasalnya, sejak pandemi Covid-19, hampir semua pelaku UMKM itu tingkat penjualannya menurun hampir 70 persen.

“Dengan adanya Festival UMKM di Hari Jadi Kabupaten Brebes yang ke 344 ini, menambah angin segar bagi para pelaku UMKM di Brebes. Semoga ini menjadi trend positif untuk bangkitnya UMKM di Brebes,” Ungkap Sisil.

Salah seorang pengunjung, Suyati mengatakan, mendengar adanya festival kuliner di Islamic Center Brebes, ia bersama keluarganya langsung mengunjunginya.

“Saya datang ke sini hanya untuk membeli jajanan sama keluarga, denger di sini ada pasar malam jadi langsung ke sini,” kata dia.

Meskipun di gelar di tengah pandemi, panitia memastikan bahwa para pengunjung yang akan masuk ke area festival wajib menggunakan masker, jaga jarak dan mengecek suhu.

“Semua pengunjung wajib menggunakan masker dan bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker kami menyediakan masker di pintu masuk” ujar salah satu panitia acara. (zal)

Leave a Reply