Ganjar Mendukung Deklarasi Cinta Damai Dan Tolak Anarkis Di Jateng

Regional
Ganjar Mendukung Deklarasi Cinta Damai Dan Tolak Anarkis Di Jateng
Deklarasi cinta damai di Mapolda Jateng (dok humas prov. Jateng)

Gugah.id – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi setinggi-tingginya kepada komponen masyarakat yang turut serta menolak aksi anarkis di wilayahnya. Hal ini disampaikan Gubernur Jateng saat acara Deklarasi cinta damai dan menolak segala bentuk aksi anarkis digelar di Mapolda Jateng, Senin (19/10). Deklarasi tersebut menyikapi aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

“Saya berterimakasih seluruh komponen yang hari ini berkenan untuk bisa hadir, bertemu, mendeklarasikan, keinginan untuk kita rukun, bareng-bareng menolak anarkis,” kata Ganjar.

Pada kegiatan itu, dibacakan deklarasi yang diikuti seluruh komponen masyarakat yang hadir. Ada 4 poin dalam deklarasi tersebut, yang intinya menolak anarkisme dan melakukan penyampaian pendapat dengan aturan dan taat protokol kesehatan.

“Itu adalah bagian dari cara Jateng menyelesaikan persoalan. Ruang demokrasi diberikan, ruang aspirasi diberikan, kanalisasi umtuk sampaikan aspirasi dibikinkan, agar mudah,” kata Ganjar.

Ganjar kembali menegaskan bila pihaknya tidak melarang demonstrasi. Namun, lanjut Ganjar, pihaknya berharap seluruh komponen memahami kondisi yang masih pandemi Covid-19.

“Kami tidak larang orang menyampaikan aspirasi. Kami tidak melarang penyampaian pendapat, tapi dalam kondisi pandemi, kalau kita tidak berkerumun artinya kita bareng-bareng mencegah penularan Covid-19,” tegasnya.

Sementara Kapolda Jateng Irjen. Pol. Ahmad Luthfi mengatakan,  masyarakat harus memiliki daya tangkal terhadap adanya potensi provokasi-provokasi yang justru berujung melakukan tindakan anarkis.

“Akan mudah terprovokasi dan mudah digerakkan pada aksi massa yang berujung anarkis dan malah akan merugikan diri sendiri.” ujar Kapolda dalam keterangan tertulis yang diterima.

Polda Jateng juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan literasi dalam bermedia sosial yang bijaksana untuk tingkatkan ketahanan sosial dan mewujudkan daya tangkal terhadap konflik sosial.

“Mari kita buka kanal-kanal komuniaksi untuk mempermudah masyarakat melakukan klarifikasi.” Imbuhnya.

Adapun Kegiatan tersebut, diikuti oleh perwakilan elemen masyarakat mulai dari buruh, pelajar, perwakilan BEM Se-Jawa Tengah, organisasi masyarakat, Forkopimda Kota Semarang dan Provinsi Jateng. (*)

Leave a Reply