Haflah Maulidurrosul, Takmir Masjid Annur gelar tumpengan dan doa bersama

Umum

Gugah.id – Peringatan maulid nabi Muhammad SAW jatuh pada hari Kamis (29/10) atau dalam penanggalan Hijriyah jatuh pada 12 rabiul awal. seluruh umat islam di seluruh dunia tentu akan merayakannya, tak terkecuali di Indonesia. peringatan kelahiran Nabi Muhamad SAW tersebut kerap dirayakan dengan berbagai cara dan beragam kegiatan.

Masing-masing daerah biasanya memiliki kebiasaan perayaan yang berbeda dengan wilayah lainnya. Namun dari semua jenis cara dan berbagai kegiatan tentu semuanya melibatkan perkumpulan, Padahal kita masih dihadapkan dengan pandemi.

Ketua Tamir masjid Jami Annur Mahfud Setiawan tidak melarang masyarakat Dukuhwringin untuk datang di acara haflah maulidurrosul yang di gelar di Masjid Jami Annur, Rabu malam (28/10) acara yang biasa dikenal dengan rolasan ini di isi dengan pembacaan maulid, doa bersama dan juga tumpengan. Pihaknya menghimbau agar tetap menjaga protokol kesehatan.

“Tamir tidak bisa melarang, ini kan acara tahunan. Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, acara di isi dengan Doa bersama untuk keselamatan umat Islam, dan agar pandemi ini cepat berlalu” kata Mahfud.

Pengurus Masjid Annur yang juga pembina IRMAS Annur Abdul Muis pun menuturkan dan menyampaikan harapan yang sama.

“selain berdoa agar pandemi ini cepat berlalu, harapannya agar generasi muda sekarang mau belajar Islam lebih dalam lagi dan tetap meneladani sifat nabi, Serta memperingatinya dengan hal hal yang positif. “Ujarnya.

Selain acara dihadiri oleh segenap pengurus Tamir Masjid Jami Annur, beberapa warga dan pemuda dari IRMAS dan IPNU pun ikut hadir untuk meramaikan. Serta beberapa tokoh yang hadir, salah satunya Jamaluddin yang ikut menjelaskan mengenai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Maulid artinya kelahiran, sementara Maulud itu artinya orang dilahirkan. “Jelas Jamal sapaan akrabnya.

Menurutnya, istilah keduanya sama benarnya. Intinya kita memperingati sosok kelahiran yang penting bagi kita, terutama sebagai seorang Muslim. Dimana memperingati maulid semata mata untuk mengingat warisan atau peranan nabi Muhammad SAW semasa hidupnya.

Jamal mengatakan, ketika maulid, selain mewarisi apa yang nabi tinggalkan kepada kita yakni Alquran dan hadist serta sunah. Akhlak juga merupakan hal yang utama, dimana kita agar bisa meneladaninya baik sikap sifat dan akhlak.

“Nabi pernah menyampaikan, aku tidak lain di utus untuk menyempurnakan akhlak, ” terang Jamal. (*)

Leave a Reply