Harga Bawang Merah Murah , Petani Pilih Jadikan Bibit

Ekonomi Nasional Pertanian
Petani asal Desa Dukuhwringin Kecamatan wanasari Abdul Khamim saat ditemui dilokasi

BREBES, Gugah.id – Harga komuditas bawang merah ditingkat petani Kabupaten Brebes saat ini terus menurun, semula masih kisaran Rp 20.000 perkilogram dan kemudian turun Rp 17.000 perkilogram. Tapi kini komuditas sayuran ini turun lagi harganya disekitaran Rp 10.000 perkilogram. Turunnya harga dipicu karena terjadinya panen raya di beberapa daerah sentra penghasil bawang merah.

Petani asal Desa Dukuhwringin Kecamatan wanasari Abdul Khamim mengatakan untuk kebutuhan sayuran sendiri masih bisa ditopang oleh daerah lain yang sekarang sedang panen raya, seperti Demak dan beberapa wilayah di Jawa Timur. Tentunnya menyebabkan pasokan bawang tercukupi, dan ini yang menyebabkan harga terus menurun.

“Pasokan bawang merah sendiri untuk kebutuhan sayuran sekarang cukup, karena sedang panen raya di beberapa daerah. Inilah yang menyebabkan harga bawang turun” ujar Khamim, Minggu, (10-1-2021).

Lanjut Khamim, kalo petani bawang merah di Desanya lebih memilih menyimpan dan menjadikan hasil panenannya sebagai bibit. mereka enggan menjualnya untuk sekarang ini, Kecuali kepepet dengan kebutuhan sehingga terpaksa para petani menjualnya. Tapi kalo melihat biaya modal dan total biaya tanam sendiri dengan harga jual yang sekarang memang tidak mencukupi.

Selain para petani lebih memilih menyimpan hasil panen nya untuk dijadikan bibit, tentu nantinya juga akan dijual, bedanya untuk harga bibit bawang sendiri lebih mahal dibandingkan dengan untuk sayuran. Apalagi untuk desa Dukuhwringin sendiri sudah terkenal sebagai penghasil bibit bawang merah berkualitas.

Sementara Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan (DPKP) Kabupaten Brebes Tanti Palupi menuturkan, saat ini harga bawang merah di tingkat petani mengalami penurunan sejak November 2020. Harganya jauh dari Break event poin (BEP) atau harga impas. Untuk BEP nya Rp 12.900 perkilogram, namun sejak satu setengah bulan yang lalu harga terus mengalami penurunan. Mulai dari Rp 20.000 perkilogram turun ke Rp 17.000 perkilogram Hingga saat ini turun lagi di Rp 10.000 perkilogram.

Dijelaskan, merosotnya harga dikarenakan sedang panen raya, gak cuma di wilayah Kabupaten Brebes saja, tpi dibeberapa penghasil sentra bawang merah seperti Demak, NTT dan beberapa wilayah di Jawa timur yang juga sedang panen raya.

“Penurunan diakibatkan sedang adanya panen raya di beberapa wilayah, bukan hanya di kabupaten brebes. Diantaranya Demak, NTT dan beberapa wilayah di Jawa timur,” Pungkasnya.

Tanti menuturkan, Untuk menstabilkan harga pihaknya meminta kepada petani bawang merah di Kabupaten Brebes untuk menunda menjual hasil panennya, agar disimpan dulu di gudang. Langkah ini dilakukan agar petani tidak menanggung kerugian, sembari menunggu untuk persiapan bibit tentunya juga agar harga merangkak naik di bulan februari. (*)

Leave a Reply