Harga Bawang Merah Njomplang di Tingkat Petani dan Pedagang Brebes

Pertanian
Buruh tani bawang merah di Desa Banjaranyar, Brebes nampak mengupas bawang merah yang harganya sedang murah. (foto: Mahesa)



BREBES, gugah.id – Beberapa pekan terakhir, harga komoditas bawang merah di Kabupaten Brebes mengalami penurunan. Harga komoditas unggulan Brebes ini mulai turun sejak dua minggu terakhir. Penurunan harga terjadi pada berbagai jenis bawang merah, mulai dari jenis askip hingga bawang rogolan. Penurunan harga juga terjadi pada bibit bawang merah.

Petani bawang merah di Brebes, Yuliana Rosmalawati saat ditemui pada Selasa (2/11/2021) menuturkan, harga bawang merah jenis askip mengalami penurunan sejak dua minggu terakhir. Bawang merah askip super saat ini harganya Rp14 ribu dan jenis askip besar harganya Rp11 ribu. Padahal sebelumnya harga kedua jenis bawang merah tersebut Rp17-18 ribu per kilogram.

“Untuk jenis askip biasa harganya Rp9-10 ribu per kilo yang awalnya Rp11 ribu. Sedangkan untuk Break Event Point (BEP) Rp12,500 per kilo,” kata Yuliana.

Dia menjelaskan, penurunan bawang merah juga terjadi pada jenis rogol atau bawang merah sayur. Per 28 Oktober kemarin, harga bawang merah jenis ini berada di kisaran Rp8 ribu per kilogram. Padahal sebulan lalu harganya Rp12 ribu per kilogram. Sedangkan untuk bawang merah rogol yang ukurannya lebih kecil harganya hanya Rp5-6 ribu per kilogram yang awalnya Rp8 ribu.

“Untuk bibit juga mengalami penurunan harga. Awalnya bulan lalu itu masih Rp40 ribu per kilo, sekarang harganya Rp25-30 ribu per kilo,” ungkapnya.

Yuliana mengungkapkan, harga bawang merah saat ini di bawah BEP, dan petani mengalami kerugian atas hasil panennya. Ditambah lagi dengan harga pupuk dan pestisida yang mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat modal dan hasil produksi tidak berimbang. Apalagi, beberapa daerah sentra bawang merah sedang mengalami panen raya. Seperti di Majalengka, Demak, dan Bima (NTB).

“Harusnya pemerintah menaikkan harga gabah. Kalau harga gabah naik dan harga hortikultura turun, para petani akan beralih menanam gabah. Jadi ini bisa menaikkan harga hortikultura, termasuk bawang merah. Jadi petani bisa selang seling menanamnya,” tandasnya.

Baca Juga:

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes, Maryono mengungkapkan, penurunan harga bawang hanya terjadi di tingkat petani. Sementara untuk tingkat pedagang atau di pasaran harganya masih relatif stabil. Saat ini stok bawang di Kabupaten Brebes juga cukup melimpah. Sehingga, harga di tingkat petani cukup rendah.

“Di tingkat petani harganya Rp8-14 ribu per kilo. Tapi di sisi lain harga bawang di pasar dari bulan September sampai awal Nopember harganya relatif stabil dan tidak ada fluktuasi harga yang ekstrem,” katanya.

Maryono merinci, pada pertengahan September lalu harga bawang merah di pasaran Rp25-26 ribu per kilogram. Sedangkan pada akhir Oktober harganya cenderung naik yakni menjadi Rp26 ribu per kilogram. Untuk awal Nopember ini, harga bawang merah di pasar rakyat tersebut Rp25 ribu per kilogram.

“Ini hasil pantauan kami di Pasar Ketanggungan, Pasar Induk Brebes, maupun di Pasar Induk Bumiayu. Artinya harga bawang merah di tingkat pedagang itu relatif stabil. Tapi ternyata harga di tingkat petani itu turun sangat drastis. Kami belum bisa memantau beberapa hari ke depan apakah harga bawang di pasar akan turun atau tidak,” tutupnya. (mah)

VIDEO SELENGKAPNYA

DUH! HARGA BAWANG MERAH DI TINGKAT PETANI Rp 8 RIBU DI TINGKAT PEDAGANG Rp 25 RIBU

Leave a Reply