Idza Minta Dana Desa untuk Tangani Kemiskinan Ekstrem Lewat PKTD

Ekonomi Sosial
Bupati Brebes Idza Priyanti menyampaikan strategi upaya penanganan kemiskinan ekstrem.

BREBES, gugah.id – Bupati Brebes Idza Priyanti meminta pemerintah desa mengalokasikan Dana Desa untuk pengentasan kemiskinan ekstrem. Dana Desa bisa digunakan untuk proyek Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Kepala desa bisa mendayagunakan masyarakat desa melalui PKTD dengan pengalokasian Dana Desa yang tepat sasaran untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Brebes.

Menurut Idza, PKDT menjadi salah satu upaya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Brebes. Brebes menjadi salah satu kabupaten intervensi kemiskinan ekstrem. Untuk itu, pengentasan kemiskinan harus dilakukan sedini mungkin lewat desa. Karena pemerintah desa yang mengetahui secara detail, siapa warganya yang menderita kemiskinan.

“PKTD merupakan skala prioritas program Dana Desa yang dimiliki oleh masing-masing pemerintah desa. Sehingga, kepala desa bisa mendayagunakan masyarakat desa melalui PKTD dengan pengalokasian Dana Desa yang tepat sasaran untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem,” kata Idza Priyanti.

Bupati Brebes, Idza Priyanti menyampaikan permintaan tersebut kepada para kepala desa Kecamatan Banjarharjo, Kersana dan Ketanggungan saat Sosialisasi Percepatan Penyaluran Dana Desa di Gedung Serba Guna MTs Negeri 1 Brebes, di Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Selasa (5/10/2021).

Bupati juga menyampaikan arahan agar penyaluran Dana Desa di tahun 2022 mendatang jangan ada keterlambatan SPJ lagi. Untuk itu seluruh kepala desa supaya segera menyusun Peraturan Desa (Perdes) APBDes maksimal di Bulan Desember 2021 dan di bulan Januari, sehinga penyaluran sudah dapat dimulai.

“Dengan adanyan percepatan penyaluran Dana Desa maka penyerapan anggaranya bisa lebih maksimal dan silva dapat diminimalisir. Penyaluran anggaran Dana Desa harus bisa maksimal,” katanya.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperlitbangda) Kabupaten Brebes Edy Kusmartono membenarkan pentingnya penyelenggaraan Padat Kerya Tunai Desa untuk penanganan kemiskinan ekstrem. Sehingga, masalah kemiskinan ekstrem yang sedang ramai diperbincangkan, segera bisa diatasi.

Edy menjelaskan, kemiskinan ekstrem terjadi hampir di seluruh desa. Hal tersebut terlihat dari banyak indikator, seperti kepala keluarga tidak memiliki pekerjaan, masyarakat yang memiliki pendapatan cukup rendah yaitu di bawah garis kemiskinan. Untuk itu, Baperlitbangda beserta dinas terkait membentuk tim pendampingan untuk menuntaskan kasus kemiskinan ekstrem.

“Diharapkan, tahun 2022 kemiskinan ekstrem di Brebes dapat dituntaskan,” tutup Edy. (mah)

Leave a Reply