Jokowi : Jaga Persatuan Untuk Pemerataan Pembangunan

Jokowi : Jaga Persatuan Untuk Pemerataan Pembangunan

Nasional Sosial
Jokowi : Jaga Persatuan Untuk Pemerataan Pembangunan

Gugah.id –  Puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-92 Tahun 2020 di tengah masa pandemi Covid-19 yang digelar secara virtual, untuk mendukung protokol kesehatan. Presiden RI Joko Widodo berbicara mengenai upaya menjaga persatuan pemerataan pembangunan serta akses informasi yang merata bagi seluruh warga negara Indonesia.

“Dalam arus besar globalisasi yang sering terjadi adalah persaingan yang sengit antar-negara dan juga antar-individu. Tidak jarang kompetisi itu berujung pada upaya saling mengalahkan, saling menghancurkan. Hal itu menjadi energi negatif yang merugikan kita semuanya,” kata Presiden dalam sambutannya.

Sumpah Pemuda justru membawa energi positif yang menyatukan persaingan dan perbedaan. Yang semuanya bisa diselesaikan dengan cara bersatu dan bekerja sama. Selain itu, presiden berbicara terkait peresmian stasiun TVRI ke-30 yang berlokasi di Papua Barat. Video tersebut ditutup dengan penandatanganan prasasti peresmian.

Presiden menegaskan, bersatu dan bekerja sama adalah kunci untuk mencapai Indonesia maju. Upaya-upaya untuk menjaga persatuan harus terus dilakukan. Menjadi Indonesia, tidak cukup hanya dengan menjadi bagian dari wilayah Indonesia. Namun harus bekerja sama merawat ke-Indonesiaan.

“Ke-Indonesiaan harus selalu dijaga dengan semangat solidaritas dan rasa persaudaraan. Kita harus saling membantu satu sama lain dalam semangat solidaritas. Tidak ada Jawa, tidak ada Sumatera, tidak ada Sulawesi, tidak ada Papua, yang ada adalah saudara sebangsa dan setanah air,” lanjutnya.

Menurut Presiden, dengan pembangunan yang merata dan berkeadilan, maka masyarakat Papua, masyarakat Aceh, dan masyarakat Indonesia di berbagai wilayah merasa menjadi bagian dari Indonesia, merasa memiliki Indonesia, serta ikut berkontribusi untuk memajukan Indonesia.

“Kita juga membangun infrastruktur yang memudahkan konektivitas antarwilayah, antarpulau, untuk mensatukan Indonesia,” Ujarnya.

Selain itu Presiden menjelaskan, salah satu sarana untuk mengetahui wajah Indonesia dunia adalah melalui televisi.

“Kita memliki TVRI. Melalui TVRI, apa yang terjadi di Papua dapat diketahui masyarakat di Jawa, di Sumatera. Sebaliknya, apa yang terjadi di Tanah Air, juga dapat diketahui oleh saudara-saudara kita di Papua,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply