Kebakaran Belasan Kapal di Tegal Berhasil Dipadamkan

Peristiwa
Meskipun sudah padam, bangkai kapal di Pelabuhan Kota Tegal masih mengepulkan asap tebal. (foto: Istimewa)

KOTA TEGAL, gugah.id – Sekitar pukul 14.00 WIB, kobaran api yang melahap belasan kapal di Pelabuhan Kota Tegal, Jawa Tengah, berhasil dipadamkan petugas. Sejumlah armada damkar tetap dikerahkan untuk proses pendinginan dan standby di lokasi.

Pantauan di lokasi kejadian pada pukul 14.30 WIB, bangkai kapal yang terbakar masih mengepulkan asal tebal. Beberapa petugas kepolisian tampak masih menjalankan tugasnya di lokasi ini.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Rahmad Hidayat mengatakan, api mulai padam sekitar pukul 14.00 WIB. Api berhasil dijinakkan setelah 11 armada damkar dari berbagai daerah dikerahkan, seperti dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.

“Tadi pukul 14.00 api sudah padam. Kita masih terus mewaspadai dan meyakinkan bahwasannya lokasi ini betul-betul aman. Kita koordinasi dengan mobil pemadam kebakaran untuk melakukan pendinginan di lokasi,” ungkapya kepada media, Rabu (17/11/2021) di kawasan pelabuhan.

Baca Juga: Belasan Kapal Ikan Di Kota Tegal Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman

Baca Juga: Lima Jam Belum Padam, 11 Mobil Damkar Jinakkan Api Yang Bakar 15 Kapal Di Kota Tegal

Baca Juga: Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Belasan Kapal Di Kota Tegal

Kapolres mengungkapkan, jumlah kapal yang terbakar semuanya ada 13 unit. Kapal kapal tersebut menurut data adalah milik Wanda (2 kapal), Rizal (1 kapal), H Toni (2 kapal), Rena (1 kapal), H Riswanto (1 kapal), Atik (3 Kapal) dan Otong (2 kapal).

“Informasi awal kapal yang terbakar ada 15-17 kapal tapi ternyata saat ini pukul 14.00 ada 13 kapal. Sudah ada yang mengakui sebagai pemilik kapal. Tapi masih ada 1 kapal lagi yang sedang dicari pemiliknya,” terangnya.

Untuk penyebab kebakaran Kapolres mengatakan, sementara masih belum dipastikan. Namun menurut keterangan saksi, saat sedang kerja tiba-tiba ada percikan api dari salah satu kapal.

“Kami masih selidiki penyebabnya. Tapi dari seorang saksi, ada percikan api dari salah satu kapal,” sambungnya.

Terpisah, usai melakukan pemantauan di lokasi kebakaran, Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan, kapal kapal yang bersandar agar selalu dijaga minimal satu orang. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan seperti kebakaran. Selain itu, agar setiap kapal dilengkapi alat pemadam.

“Aturan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang barkait dengan alat pemadam ringan (Apar) setiap kapal harus melengkapi itu. Tidak boleh sembarangan. Kemudian setiap kapal yang bersandar agar dijaga minimal satu orang,” tutupnya. (mah)

Tonton Video Selengkapnya:

Leave a Reply