Kena Covid-19, Sidang Pemeriksaan Terdakwa Basri Ditunda

Umum
MENJELASKAN – Kasi Pidum Kejakasaan Negeri Tegal, Priyo Sayogo menjelaskan terkait kasus pencemaran nama baik.
Kasus Pencemaran Nama Baik Berlanjut

Gugah.id – TEGAL – Sidang lanjutan terdakwa kasus pencemaran nama baik mantan Komandan Kodim 0712 Tegal, Letkol Infanteri Sutan Padapotan Siregar atas terdakwa Ketua Umum Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK RI), Basri Budi Utomo dengan agenda pemeriksaan terdakwa tertunda hingga lebih dari satu setengah bulan.

Persidangan belum bisa digelar kembali lantaran terdakwa yang ditahan di Lapas Kota Tegal positif terinfeksi Covid-19. Sehingga, terdakwa harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kardinah Kota Tegal.

Kejaksaan Negeri Kota Tegal beralasan, tertundanya sidang akibat terdakwa sempat terpapar Covid-19. Terdakwa juga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

DIRAWAT – Terdakwa kasus pencemaran nama baik dirawat di rumah sakit

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejakasaan Negeri Tegal, Priyo Sayogo mengatakan, proses persidangan terdakwa tertunda karena terdakwa dalam status dibantarkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tegal di RSUD Kardinah, karena terpapar Covid-19. Hingga saat ini, kondisi terdakwa masih berada di rumah sakit untuk pemulihan pasca terpapar Covid-19.

“Terdakwa juga masih mengeluh sesak pernafasan, sehingga pihak RSUD Kardinah belum merekomendasikan terdakwa keluar dari rumah sakit, karena masih dalam perawatan. Sejauh ini sidang terakhir kasus pencemaran nama baik mantan Komandan Kodim 0712 yang diikuti oleh terdakwa secara online masih dalam tahap pemeriksaan saksi ahli,” kata Priyo, Jumat (3/9/2021).

Sementara itu, tim penasehat hukum terdakwa Basri Budi Utomo telah mengajukan permohonan penundaan sidang kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Tegal. Pihak Basri beralasan, mantan Komandan Kodim 0712 Tegal saat ini tengah menjalani proses hukum di Datasemen Polisi Militer Kodam IV Diponegoro, sehingga kasus dugaan korupsi harus ditangani terlebih dahulu.

“Seharusnya kasus pencemaran nama baik yang menjeratnya gugur, karena dugaan korupsi yang dilaporkan dalam proses hukum di Detasemen Polisi Militer Kodam IV Diponegoro. Kami berharap mendapat keadilan dari Presiden Jokowi, karena sebagai pelapor tindak pidana korupsi justru yang ditahan,” harap Basri.

Seperti diketahui, Ketua GNPK RI, Basri Budi Utomo dilaporkan mantan Komamndan Kodim 0712 Tegal, Letkol Infanteri Sutan Padapotan Siregar ke polisi, atas dugaan pencemaran nama baik. Basri memposting dugaan korupsi bansos di Kodim 0712 Tegal di media sosial miliknya, hingga akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri Tegal pada 11 Mei lalu. (ardi)

Leave a Reply