Mahasiswa di Brebes Helat Pergelaran Seni dan Budaya

Umum
Mahasiswa Umus Brebes foto bersama di sela kegiatan pagelaran seni dan budaya. (foto: Sokhibul Fadilah)

BREBES, gugah.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhadi Setiabudi (Umus) Brebes mengelar pergelaran seni dan budaya “Merajut Keragaman Seni di Era Modernisasi”.

Pergelaran ini berkolaborasi dengan dua program studi. Salah satunya Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pergelaran tersebut digelar di Gedung Auditorium UMUS, Sabtu (28/1/2022)

Penanggung Jawab Kegiatan, Birahmatika Zaidan Prassetio mengatakan, pergelaran ini rutin digelar setiap tahun, sebagai bentuk pelestarian budaya yang dikemas secara elegan. Pergelaran ini berlangsung dengan berbagai pertunjukan antara lain sendratari, musikalisasi puisi dan teater. Selain itu,  teater akan diselenggarakan dua sesi yakni sore dan malam hari.

“Untuk menyaksikan pergelaran ini, Kami panitia menyediakan biaya tiket masuk Rp10.000, pembelian tiket teater di masing-masing kelompok,” ujarnya.

Dia menambahkan, seni merupakan warisan dari nenek moyang para pendahulu kita yang harus dijaga dan dilestarikan. Dengan berkesenian juga melatih emosional. Salah satunya dengan menggerakkan tubuh secara berirama mengikuti alunan musik, sehingga gerakan tersebut menjadi lebih indah.

Kaprodi PBSI, Prasetyo Yuli Kurniawan mengatakan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan sebagai salah satu implementasi kegiatan kurikulum antara PBSI maupun PGSD. Pagelaran ini merupakan kegiatan positif, untuk menjaga dan melestarikan seni budaya yang ada di daerah khususnya Brebes.

“Saya berharap untuk mahasiswa PBSI terus mengembangkan bakat dan minatnya di bidang seni atau berkarya sesuai dengan pilihannya masing-masing, karena ketrampilan itu akan menjadi modal ketika masuk di dunia kerja nanti,” ungkapnya. 

Prasetyo menambahkan, dengan adanya biaya tiket masuk pergelaran, mahasiswa berlatih enterpreneur seperti menjual jasa untuk meningkatkan seni boleh-boleh saja. Harga tiket juga disesuaikan dengan keadaan ekonomi, tidak masalah kalau adanya tiket untuk biaya operasional.

Sementara itu, Dekan FKIP Moh. Toharudin menyampaikan, perguruan tinggi memang bukan hanya jadi pusat pengembangan akademik mahasiswa. Namun juga menjadi pusat pengembangan nonakademik. Salah satunya, pengembangan bakat dan minat mahasiswa di bidang seni. Dengan adanya pergelaran tersebut ia menyambut baik dan sangat mengapresiasi.

“Pergelaran ini bukan hanya untuk mahasiswa Umus tetapi kami mengundang berbagai kampus di Brebes, Tegal, Slawi, pelaku seni, pelajar baik SMA maupun SMK dan masyarakat umum yang ingin menyaksikan,” ungkapnya.

Sokhibul Fadilah

Leave a Reply