Melas Dih! Warga Gangguan Jiwa di Brebes Dirantai

Kesehatan
Kepala Desa Kedunguter, Edi Sutrisno mengunjungi Ahmad Rifai, warganya yang mengalami gangguan jiwa. (foto: Mahesa)

Belum Punya KTP dan BPJS

BREBES, gugah.id – Ahmad Rifai (52), warga Desa Kedunguter Kecamatan Brebes menghabiskan waktu seorang diri di sebuah kamar rumahnya. Ia mengalami gangguan jiwa setelah tak lama lulus dari Madrasah Aliyah di Buntet, Cirebon. Ia lulus Aliyah tahun 1990, kemudian membantu orangtuanya sebagai petani.

Ahmad Rifai, kini terpaksa dirantai orangtuanya, Rusbad (83) di rumah yang berada di RT 01 RW 02. Ini karena Rifai sering pergi tanpa sepengetahuan keluarga. Saat pergi, keluarga khawatir Rifai akan mengganggu orang lain. Namun demikian, keluarga sering mengantarkan makanan dan kebutuhan lain untuk Rifai di kamarnya.

Rifai muda, dikenal sebagai orang yang pandai dan giat dalam belajar. Selagi muda, ia ingin melanjutkan pendidikan sebagai tentara. Namun lantaran keterbatasan ekonomi, orangtuanya, Rusbad (83), meminta Rifai untuk membantunya bertani untuk tambahan biaya.

Rusbad mengatakan, Rifai merupakan anak keempatnya. Ia sudah kehabisan biaya untuk pengobatan anaknya yang mengalami gangguan jiwa selama puluhan tahun. Pengobatan sudah dilakukan mulai dari pengobatan alternatif, spiritual, hingga pengobatan medis ke dokter saraf.

“Sudah kemana-mana kalau berobat, tapi belum sembuh. Pernah dulu dikasih obat tapi seminggu atau dua minggu kemudian kambuh lagi,” katanya, Senin (29/11/2021).

BACA JUGA: Gangguan Jiwa, Bapak Satu Anak Ini Dirantai

Ironisnya, pengobatan Ahmad Rifai dilakukan secara mandiri tanpa ada campur tangan pemerintah. Sehingga, ia pun tak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah. Untuk pengobatan dilakukan menggunakan biaya sendiri. Bahkan, untuk identitas kependudukan, hingga saat ini Ahmad Rifai belum memilikinya.

Rusbad pun tak mengetahui pasti penyebab anaknya mengalami gangguan jiwa. Ia mengungkapkan, Rifai sempat membatu dirinya bertani selama dua tahun sejak lulus dari Madrasah Aliyah. Setelah bertani, rencananya Rifai akan melanjutkan pendidikannya masuk tentara. Namun impiannya itu, kandas karena mengalami gangguan jiwa.

“Dulu setelah lulus katanya mau masuk tentara. Tapi karena ekonomi tidak memungkinkan, saya minta Rifai bantu-bantu dulu jadi petani selama dua tahun. Tapi karena gangguan jiwa, tidak jadi. Berharap ada kesembuhan, namanya saya ganti dengan Faisal Lutfi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedunguter, Edi Sutrisno mengatakan, kantaran Ahmad Rifai belum memiliki KTP, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Brebes. Selanjutnya pihaknya akan membuatkan BPJS untuk pengobatan Ahmad Rifai.

“Kami akan cek dulu datanya di Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), kamudian nanti berkoordinasi dulu dengan Dindukcapil untuk membuatkan KTP,” ungkapnya.

Dia menuturkan, pihaknya selama ini sudah berkali-kali berupaya untuk membantu pengobatan Ahmad Rifai. Namun dari upaya itu belum ada hasil positif. Sehingga, Ahmad Rifai saat ini masih mengalami gangguan jiwa. Terkait dengan kondisinya yang saat ini dirantai, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat proses pengobatan.

“Jadi bukanya kami tidak memperhatikan dan tidak berupaya untuk kesembuhan warga kami sendiri, tapi memang ini sakitnya sudah lama. Jadi keluarga ada rasa lelah mengurus pengobatannya,” tutupnya. (mah)

Leave a Reply