Narjo: Masalah Sosial di Brebes Makin Kompleks, Penanganan Butuh Peran Masyarakat

Umum
Wakil Bupati Brebes Narjo menyampaikan sambutan dalam Pembinaan PSM. (foto: Humas Brebes)

BREBES, gugah.id – Perkembangan zaman menjadikan permasalahan sosial makin kompleks, termasuk di Kabupaten Brebes. Masalah sosial seperti kemiskinan, keterlantaran, keterpencilan, bencana alam serta masalah kesejahteraan sosial lainnya makin rumit. Pernyataan itu diungkapkan Wakil Bupati Brebes Narjo, saat membuka Pembinaan PSM di rumah makan Kampung Sawah, Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Sabtu (2/10/2021).

“Terlebih di masa pandemi. Dampak ekonomi dan sosial sangat terasa, sehingga meningkat pula kemiskinan dan kerentanan sosial,” katanya.

Menurut Narjo, perlu adanya upaya penanganan yang menyeluruh dengan menitikberatkan pada peningkatan peran tiga unsur yaitu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Adapun keterlibatan masyarakat dalam penanganan masalah sosial dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial merupakan wujud memperkuat peran civil society atau masyarakat sipil.

Menghadapi kompleksitas tersebut, maka Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) perlu meningkatkan kuantitas dan kualitas pengabdiannya. Sehingga bisa mengimbangi cepatnya pertumbuhan permasalahan sosial yang terus terjadi. Salah satu pelaku penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang berasal dari unsur masyarakat secara perorangan adalah PSM.

“Untuk itu, PSM perlu ditingkatkan kapasitasnya, baik secara perorangan maupun lembaganya. Sehingga makin mempunyai kepedulian, memiliki wawasan dan komitmen pengabdian di bidang sosial kemanusiaan,” lanjut Narjo.

Ketua PSM Kab Brebes Suntoro mengaku, PSM belum setenar Karang Taruna ataupun KNPI. Sebagai langkah awal, perlu kampanye, sosialisasi dan aksi di tengah-tengah masyrakat. Tentunya harus dilandasi dengan jiwa pengabdian sosial, kemauan, dan kemampuan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“PSM bersifat terbuka, dalam rangka memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada warga masyarakat untuk berperan. Dengan prinsip sepi ing pamrih, rame ing gawe dalam menangani masalah sosial,” ungkapnya.

Suntoro menuturkan, PSM membidik sasaran kerjanya menangani berbagai jenis Penyandang Masalah Kesejateraan Sosial (PMKS). Seperti anak balita terlantar, anak terlantar, Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), anak jalanan anak dengan kedisabilitasan (ADK), anak yang menjadi korban tindak kekerasan, anak yang memerlukan perlindungan khusus, lanjut usia terlantar, fakir miskin, keluarga bermasalah sosial psikologis, dan Komunitas Adat Terpencil (KAT).

“Sasaran kerja PSM seluruhnya ada 26 jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS),” pungkasnya. (mah)

Leave a Reply