Oktober Masuk Musim Hujan, Polres Tegal Ingatkan Masyarakat Waspada Bencana

Regional
MENGAJAK – Kasat Binmas Polres Tegal, Iptu Bambang mengajak masyarakat waspada bencana.

TEGAL, gugah.id – Menghadapi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di musim pancaroba tahun ini, Polres Tegal mengajak masyarakat untuk waspada. Bulan Oktober sampai dengan November diperkirakan merupakan awal musim hujan yang disertai peningkatan akumulasi curah hujan.

Kasat Binmas Polres Tegal, Iptu Bambang menjelaskan, bulan Oktober sampai dengan November merupakan awal musim hujan yang disertai peningkatan akumulasi curah hujan. Hal ini sudah terlihat dari intensitas curah yang terjadi beberapa hari ini.

“Di mana hal tersebut berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor,” kata Iptu Bambang, Kamis (16/9/2021).

Sat Binmas Polres Tegal melaksanakan kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) bersama organisasi dan relawan bencana alam seperti Kompak, Talijiwo, dan Karang Taruna Wanakencana di kampung Lembah Rembulan Desa Rembul Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal.

Berkaitan dengan hal itu, Kasat Binmas mengharap dukungan dan partisipasi elemen masyarakat, agar berperan aktif dalam penanggulangan bencana dengan memetakan daerah rawan dan melaporkan kepada kepolisian untuk dilakukan upaya pencegahan.

Terpisah, Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at mengatakan bahwa letak geografis Kabupaten Tegal yang membentang dari lautan hingga pegunungan berpotensi terjadi bencana alam. Sehingga perlu melakukan koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi dengan Pemda, TNI, BPBD, serta stakeholder lainnya untuk memetakan daerah rawan bencana.

Untuk mengantisipasi bencana juga menyiapkan Renpam, Renkon mengacu struktur penanggulangan bencana, Rengar, Posko-posko bencana, serta melaksanakan tactical floor game (TFG), terkait penanggulangan bencana alam termasuk fasilitas penampungan korban bencana alam dan dapur umum.

“Selain kesiapan personel dan Sarpras guna antisipasi, evakuasi dan memberikan pertolongan kepada korban bencana alam, kegiatan simulasi penanganan bencana perlu dilakukan,” tutupnya. (ardi)

VIDEO:

MIRIS, DUA KELUARGA DI BREBES TINGGAL DI GUBUK PANGGUNG MIRIP KANDANG AYAM

Leave a Reply