Pemerkosaan Berujung Damai di Brebes, Anggota DPR RI Paramitha: Menyayangkan Kejadian Ini Terjadi di Tanah Kelahiran

Peristiwa
(dok.istmw) Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Paramitha Widya Kusuma.

BREBES, gugah.idKasus pemerkosaan yang berujung mediasi viral di media sosial. Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Paramitha Widya Kusuma menyoroti kasus pemerkosaan remaja dibawah umur oleh enam pemuda di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Mengetahui soal kasus pemerkosaan anak dibawah umur, anggota Komisi VII DPR RI Paramitha Widya Kusuma mengecam kejadian yang menimpa anak yang masih dibawah umur tersebut.

“Saya mengecam kejadian pemerkosaan yang terjadi di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Sebagai seorang perempuan dan ibu, saya sangat menyayangkan kejadian seperti ini bisa terjadi di tanah kelahiran saya. Kenapa kejadian seperti ini bisa berakhir “damai”.” Kata Paramitha Widya Kusuma. Selasa(17/01/2023).

Paramitha Widya Kusuma atau yang dikenal Mbak Mitha menanyakan, Damai untuk siapa? Apa bisa si korban seumur hidup berdamai dengan perasaannya, bahwa ia pernah diperkosa oleh 6 laki-laki? Perasaan kecewa, marah dan lain-lain.

“Apa pilihan “damai” ini juga adil untuk korban-korban perkosaan lainnya? Yang selama ini sudah berjuang agar kasus seperti ini harus dibawah ke ranah hukum dan menimbulkan efek jera.” Ungkapanya.

Selain itu, Mbak Mitha, menyampaikan, Ibu Puan sudah memperioritaskan pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) untuk menyelesaikan kasus-kasus seperti ini, supaya korban bisa terlindungi ketika melapor.

“Saya menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan UU TPKS. Mari kita sama-sama meramaikan dan mengawal perjalanan kasus ini supaya pengesahan UU TPKS juga tidak sia-sia. Tidak ada kata damai untuk pemerkosa! Harus diproses secara hukum!”. Tegasnya. (sof)

Leave a Reply