Penyelundupan BBM Subsidi Jenis Solar di Tegal Rugikan Negara Rp49,78 Milar

Hukum Peristiwa
Dirpolair Baharkam Mabes Polri, Brigjen Pol Yassin Kosasih melakukan conferensi pers. (foto: Hardiyanto)

KOTA TEGAL, gugah.id – Ditpolair Baharkam Mabes Polri membongkar penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (7/10/2021). Polisi menangkap dua orang tersangka dengan barang bukti dua puluh dua unit kendaraan pengangkut solar bersubsidi. Tersangka juga memodifikasi truk bak terbuka untuk mengangkut BBM ilegal tersebut.

Kasus penyalahgunaan solar bersubsidi ini terungkap saat tim Subdit Gakkum Ditpolairud Baharkam Polri menemukan tiga unit truk tangki BBM di pelabuhan perikanan Pantai Jongor Tegalsari, Kota Tegal pada akhir September lalu. Truk tangki milik PT Sembilan Muara Abadi Petrolium (SMAP) Gas Semarang ini tengah mengisi BBM sebuah kapal penangkap ikan Kapal Motor Mekar Jaya 3.

Saat dilakukan pemeriksaan, solar subsidi tersebut berasal dari sebuah gudang milik perusahaan tersebut. Polisi lalu mendatangi gudang bongkar muat di Kabupaten Semarang dan menyita 22 unit kendaraan, berupa empat belas unit truk modifikasi dan delapan unit truk tangki BBM.

Dirpolair Baharkam Mabes Polri, Brigjen Pol Yassin Kosasih mengatakan, polisi mengamankan dua tersangka yakni AI, sebagai Kepala Cabang PT SMAP Gas dan seorang karyawan berinisial HH. Perusahaan tersebut membeli solar bersubsidi seharga Rp. 5.150 rupiah per liter dan menjualnya dengan harga Rp. 7.500 hingga Rp. 7.800 per liter kepada pemilik kapal. Padahal, harga solar industri untuk kapal di atas 35 Gross Tonase (GT) seharusnya dijual Rp. 9.000 per liter.

“Ribuan ton solar bersubsidi tersebut didapatkan dari sejumlah SPBU di Kabupaten Semarang menggunakan truk bak terbuka yang sudah dimodifikasi dengan menambah tangki BBM 2.500 liter. Akibat penyalahgunaan BBM selama April hingga September 2021, potensi kerugian negara mencapai Rp. 49,78 milar,” Dirpolair Baharkam Mabes Polri, Brigjen Pol Yassin Kosasih, Kamis (7/10/2021).

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 55 Undang Undang RI Nomor 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman enam tahun penjara dan denda maksimal Rp. 60 milliar rupiah.

“Untuk 22 unit kendaraan pengangkut BBM kini dititipkan di terminal BBM Tegal untuk dijadikan barang bukti,” pungkasnya. (ardi)

Leave a Reply