Pertandingan Sepak Bola Tarkam, Tim Asoka FC Di Curangi Wasit

Umum
(Foto Fathurahman) Para Pemain Tim ASOKA FC KALISOKA saat sesi foto.

SLAWI, gugah.idTurnamen sepak bola Dewa Ratna Cup VI 2022, pertandingan ASOKA FC Melawan JENGGAWUR FC di lapangan Mako Brigif Dewa Ratna. Rabu, (13/07/2022) berlangsung seru di warnai dengan protes Official ASOKA FC dikarenakan Wasit dan asisten wasit hakim garis dinilai tidak netral.

Putaran delapan final yang mempertemukan Asoka FC yang bermarkas di Desa Kalisoka, melawan Jenggawur FC dengan merekrut pemain top liga dan asing, seperti Asoka FC diperkuat kiper Amar mantan pemain Persip Pekalongan dan Purbalingga, Hadi mantan pemain
Persegal, Andi Rahmat mantan pemain PSS Sleman, Setiawan Pemain Kendal dan empat pemain asing dari Afrika Selatan seperti Mamado, Akim, David dan Santos. Selain itu dari Jenggawur FC yang bermarkas di Desa Jenggawur diperkuat pemain yang dikontrak berasal dari Purwokerto.

Selain banyaknya pemain top liga dan asing, sangat di sayangkan pertandingan hebat itu ditandai oleh Wasit dan asisten wasit yang keputusannya merugikan Tim Asoka FC, pertandingan tetap berjalan seakan akan tidak ada pelanggaran, padahal Capten dan beberapa pemain Asoka FC sudah protes ke wasit.

“Pada menit ke 16 babak kedua berjalan pemain Asoka FC nomor punggung 11, Adam di tekel keras di area kotak pinalti oleh bek pemain Jenggawur FC,” Ujar Paul official Asoka FC.

Official Asoka FC, Fathur mengatakan pertandingan yang sangat seru jual beli serangan membuat penonton menyambut meriah, pada menit ke 25 babak kedua pemain Asoka FC di tekel keras di luar kotak pinalti keduakali sehingga membuahkan tendangan bebas, Setiawan yang dipercaya mengeksekusi tendangan bebas membuat Umpan indah kepada Adam dan tendangan Adam mengarah ke mistar gawang Jenggawur FC yang dijaga Riyan tidak mampu menghalau umpan manis Adam ke rekannya sehingga membuahkan gol indah. Wasit membunyikan peluit tanda goal, pemain lawan pun sudah pasrah dan mengakui goal tersebut, tidak ada komplain dan tidak ada masalah, tiba-tiba Hakim garis asisten wasit mengangkat bendera Offside, tanpa ada musyawarah wasit membatalkan Goal tersebut.

“Pertandingan sempat rame di warnai beberapa protes dari pemain dan official, Asoka FC yang merasakan dirugikan kedua kali akhirnya setelah pertandingan selesai mengajukan pengaduan laporan ke komisi disiplin Askab Kabupaten Tegal,” Ujar Fathur official Asoka FC.

Fathur juga mengungkapkan bahwa mafia sepakbola dari tinggat nasional sampe lokal ternyata masih ada, ini bukti bahwa wasit disinyalir tidak netral, jelas ini ada pengondisian wasit. Wasit seperti ini tidak pantas dan tidak layak perlu diberi sanksi dan dicoret dari Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kabupaten Tegal, karena menodai integritas Persepakbolaan Indonesia.

“Askab kabupaten Tegal sedang membangun kepercayaan kepada masyarakat bahwa Sepak Bola Kabupaten Tegal bersih dari praktek mafia pengatur skor. Kejadian ini adalah bukti nyata praktek mafia bola masih tetap ada, kami akan tetap mengadu masalah ini sampai ada ketegasan dari Komisi disiplin (Komdis Askab),” Ungkapnya

Sementara itu, pertandingan berakhir dengan skor imbang tanpa gol dan dilanjutkan ke Adu penalti.
Kemenangan diraih oleh Jenggawur FC dengan 4 – 3 Asoka FC.

Penulis : Fathurahman
Editor : Jun/Sfa

Leave a Reply