Petugas Dibohongi Orang Gangguan Jiwa Katanya Sudah Vaksin, Aslinya Belum Ding!

Kesehatan
Petugas melakukan vaksinasi terhadap ODGJ di Brebes. (foto: Istimewa)

BREBES, gugah.id – Petugas vaksin Puskesmas Tanjung, Brebes melakukan sweeping ke rumah rumah warga untuk memvaksin ODGJ. Meski mengidap gangguan jiwa, ODGJ ini ada yang berusaha membohongi petugas, mengaku sudah divaksin.

Vaksinator Puskesmas Tanjung didampingi anggota kepolisian, Selasa (4/1/2022) mendatangi beberapa desa. Mereka mencari warga yang memiliki gangguan kejiwaan.

Salah satu desa yang didatangi adalah Desa Sengon. Di desa ini petugas mendapati beberapa ODGJ yang belum pernah divaksin.

Kepala Puskesmas Tanjung, drg Adhi Supriadi mengatakan, petugas sengaja melakukan sweeping untuk melayani vaksi warga yang mengalami gangguan jiwa. Kondisi kejiwaan mereka, kata Adhi sering menjadi penghambat sehingga tidak bisa mendatangi fakses terdekat untuk vaksin.

“Sengaja petugas yang mendatangi mereka. Karena kondisi tertentu mungkin mereka tidak bisa datang ke faskes untuk vaksin,” ucap Adhi di sela memantau vaksin ODGJ.

Berbagai hal dialami petugas saat akan memvaksin golongan ODGJ. Tidak sedikit dari mereka yang tidak mau ke luar rumah saat tim vaksinator tiba.

Perlu perjuangan keras untuk meyakinkan mereka. Beberapa dari kalangan ODGJ bahkan berbohong dengan mengaku aku sudah divaksin. Namun setelah dicek petugas puskesmas, ternyata orang tersebut belum divaksin sama sekali.

“Ada beberapa yang menolak saat mau divaksin. Mereka mengaku sudah divaksin saat petugas datang. Setelah dicek, ternyata belum. Tapi setelah dirayu akhirnya mereka mau,” ungkap Adhi.

Di wilayah Puskesmas Tanjung, menurut Adhi Supriadi, sedikitnya ada 145 ODGJ. Mereka tersebar di seluruh desa. Dari 145 ODGJ ini, 80 orang diantaranya sudah berhasil divaksin.

“Sisanya (65 ODGJ) akan kita lakukan door to door lagi ke rumah rumah. Lewat door to door ini yang tadinya dirasa susah, namun setelah kita datangi mereka menerima untuk dilakukan vaksinasi,” tutupnya. (mah)

Leave a Reply