Petugas Pengangkut Sampah Curhat Sulitnya Akses Masuk ke TPA

Peristiwa
Petugas pengangkut sampah kesulitan saat masuk ke TPA Kaliwlingi, Brebes. (foto: Istimewa)

BREBES, gugah.id – Sejumlah petugas pengangkut sampah di wilayah Brebes pantura mengeluhkan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Desa Kaliwlingi Kecamatan Brebes.

Mereka mengeluhkan sulitnya membuang sampah di lokasi tersebut, karena tak kendaraan roda tiga tidak bisa masuk ke lokasi pembuangan.

Sulitnya akses masuk ini lantaran sebelum sampai di lokasi pembuangan, sampah di mulut atau pintu masuk TPA sudah menggunung. Selain itu, akses jalan menuju TPA Kaliwlingi juga rusak, sehingga sulit dilewati. Kondisi ini disampaikan Wakil Ketua paguyuban pengangkut sampah roda tiga, Tohir.

“Kami kesulitan untuk buang sampah di TPA itu, karena di depan pintu masuk sampah sudah meninggi. Sehingga kami yang akan membuang sampah milik warga tidak bisa masuk ke dalam,” katanya, Minggu petang (28/11/2021).

Paguyuban petugas pengangkut sampah yang menggunakan kendaraan roda tiga di Wilayah Kota Brebes sudah lama mengeluhkan kondisi tersebut.

Saat ini para pengangkut sampah yang menggunakan kendaraan roda tiga kesulitan untuk membuang sampah warga ke TPA Kaliwlingi karena di depan pintu masuk hampir tertutup sampah yang menggunung.

Padahal, lanjut Tohir, kondisi di dalam TPA Kaliwlingi masih sangat bisa untuk menampung sampah. Pihaknya berharap kepada Pemkab Brebes, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) bisa mendorong seluruh sampah di pintu masuk kedalam area TPA.

“Persoalan ini sudah lama kira kira 2 tahunan, kami berharap dengan Kepala DLHPS Brebes yang baru, bisa menyelesaikan persoalan sampah yang menumpuk itu bisa didorong masuk ke dalam area TPA dengan menggunakan alat berat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala DLHPS Brebes, La Ode Aris Vindar Nugroho saat dikonfirmasi pada Minggu (28/11) mengatakan, di tahun depan akan mengatasi persoalan sampah di TPA Kaliwlingi sesuai dengan kemampuan.

Selanjutnya persoalan sampah di TPA Kaliwlingi jika belum bisa terselesaikan akan diatasi di perubahan APBD tahun 2022 mendatang.

“Kami memahami keluhan petugas pengangkut sampah khususnya yang menggunakan kendaraan roda tiga. Kami akan mulai menata itu ditahun depan dan apabila belum selesai akan dilanjutkan pada perubahan anggaran,” katanya.

Dia mengakui, anggaran untuk pengelolaan sampah yang ada di dinasnya saat ini sangat terbatas, sehingga persoalan sampah akan diatasi secara bertahap. Ia pun menyadari bahwa informasi di lapangan, TPA Kaliwlingi akibat kesulitan akses kendaraan pengangkut masuk ke dalam harus mengantre.

“Ada antrean kendaraan roda tiga dan juga ada yang sampai kendaraanya terbalik, karena sulitnya akses,” tutupnya. (mah)

Leave a Reply