Di Tengah Pandemi Ini

Sastra
Oleh: Imron Rosyadi

Di Tengah Pandemi Ini

Aku Ingin menulis puisi di tengah pandemi ini
Tanpa menghampiri inspirasi
Tiada kata-kataku berseliweran di jalan, kecuali
kabar di gorong-gorong selokan
Hanya terkungkung di sudut rumah, menjamur
Merebakkan emosi tak karuan,
Wabah layaknya klenik, suka sekali dinikmati tanpa juntrungan.

Aku ingin menulis puisi di tengah darurat ini
Tapi puisiku akan selalu dihakimi
Keluar tanpa alat pelindung makna
dan sembarang bergumul dengan klausa
Kalimat mesti bubar, kata dan frasa
cukup berdiam diri mengurai rasa
Dengan Covid ini, kabar hadir makin gamang,
Terpampang di tembok-tembok gang dan pertokoan
Di samping papan imbauan. Kota jadi penuh poster ancaman
Semua warga mengikrarkan diri sebagai panitia ketakutan.

Aku ingin menulis puisi di tengah pandemi ini
Kata selamanya berbatas, karya masih tak pernah bebas
Dengan covid ini, keterbatasan adalah cara keselamatan
Selamat dari hidup yang mematikan
Selamat dari mati yang menggairahkan,
Hidup atau pun mati perlu pengorbanan.

Aku ingin menulis puisi di tengah apa pun dan kapan pun
Sebab puisiku lebih cepat mewabah dan mematikan
Lebih cepat menular ke jiwa-jiwa yang hilang pekerjaan,
Hilang penghasilan, terutama hilang akal
Atau puisiku adalah puisi tabah yang melembutkan
jiwa-jiwa jembar
Terasah lama sejak dunia jadi barbar.

Ciputat-Brebes, Desember 2020.


Diimpit Covid

Covid ialah nasib yang tersesat
Pada zaman penuh siasat
Sebab tiada manusia yang patut disalahkan
Seutuhnya, manusia adalah korban
Selebihnya, hewan-hewan, ganggang
dan batu koral diprasangkakan.

Diimbau para manusia jaga kesehatan
Diimpit para manusia jaga kelaparan
covid ini buta jabatan, ras, golongan, agama, dan gelar
semua dapat terjangkau dan terjangkit
sebab covid, tangan-tangan maut mencekik.

Langit dunia adalah atap berbagi,
berbagi peduli, pendapat,
sampai tipu muslihat
sedang prasangka, wacana,
dialektika tak ubahnya wabah
yang merajalela
Yang tak bergejala pada tubuh
Yang diterima akal penuh
Yang tak mati dibela sendiri
Yang mampu memusnahkan manusia
sejak asal, hingga menghabisi masa
yang kalap mengaburkan kebenaran.

Desember 2020


Imron Rosyadi, pegiat sastra di Kabupaten Brebes. Karya-karyanya bertengger di rak-rak buku bersama satrawan lainnya. Lulusan UIN Syarif Hudayatullah.

Leave a Reply