Puluhan Santriwati di Brebes Dilarikan ke RS, Diduga Alami Keracunan Makanan

Peristiwa
Santriwati menjalani perawatan di RSUD Brebes, diduga karena keracunan makanan. (foto: Hardiyanto)

BREBES, gugah.id – Puluhan santriwati sebuah pondok pesantren di Kabupaten Brebes diduga mengalami keracunan massal. Puluhan santriwati dari Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Kecamatan Bulakamba tersebut dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, Jumat (24/12/2021).

Sedikitnya ada sekitar 50 santri perempuan Pondok Pesantren Assalafiyah di Desa Luwungragi diduga mengalami keracunan massal. Puluhan santri yang merasakan gejala mual diare dan pusing dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sebelas santri di antaranya dilarikan ke RSUD Brebes. Dari sebelah satri tersebut, tiga di antaranya harus menjalani rawat inap.

Kepala Bidang Pelayanan Medis Rsud Brebes, dr. Susilowati mengatakan, para santriwati ini mengalami muntah dan diare hingga mengalami dehidrasi. Diduga mereka mengalami keracunan setelah menyantap makanan berupa masakan udang pemberian dermawan.

“Mereka sudah tertangani tim dokter dan kondisinya membaik. Hanya 3 santriwati yang dalam perawatan insentif karena mengalami diare. Delapan santriwati sudah boleh dipulangkan rawat jalan oleh dokter,” ungkapnya.

Salah seorang santri, Nurhikmah mengaku, asrama perempuan pada Kamis kemarin menerima makanan dari dermawan berupa masakan udang dan buncis. Makanan tersebut disantap santri untuk makan siang dan berbuka puasa.

Usai makan, para santri tidak mengeluh sakit. Namun, pada Jumat dinihari, mereka mulai mengalami mual muntah dan diare. Kemudian oleh pengurus mereka dilarikan ke sejumlah rumah sakit.

“Ya memang mereka (santriwati) mengalami sakit perut dan muntah setelah makan masakan udang. Untuk kemudian langsung dibawa ke beberapa RS untuk diberikan pertolongan,” katanya.

Selain dirawat di RSUD Brebes, belasan santri lainnya dirawat di Rumah Sakit Bhakti Asih dan Rumah Sakit Dedy Jaya Brebes hingga Jumat siang. Sebagian santri yang dirawat kondisinya membaik dan diizinkan kembali ke pesantren, mereka hanya menjalani rawat jalan. (ardi)

Leave a Reply