Puskesmas Sidamulya Adakan Pelatihan Drill Skill Bidan, dr. Sandy: Kegiatan ini untuk Peningkatan Kapasitas Skill

Kesehatan
dr. Sandy Wahap, M.Kes, saat melakukan kegiatan pembekalan Drill Bidan.

BREBES, gugah.idPusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sidamulya melakukan kegiatan pembekalan Drill Bidan dengan narasumber dr. Sandy Wahap, M.Kes. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Puskesmas Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Sabtu (7/1/2023). Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kapasitas Skill seperti, Dril Resusitasi, Infus Umbilikal dan KB Pasca Persalinan (KBPP).

dr. Sandy Wahap, M.Kes dalam kegiatan praktek pembekalan Drill Bidan menyampaikan, Mixsafe merupakan alat bantu pernafasan dengan fungsi ganda. Dapat digunakan sebagai alat CPAP dan juga VTP nama alatnya T-Piece Resuscitator. Secara umum alat ini digunakan untuk memberikan pertolongan pada gangguan pernafasan bayi baru lahir.

“Alat ini sudah dilengkapi dengan Manometer tekanan sehingga tekan udara yang diberikan dapat terukur. Selain itu, dilengkapi juga dengan pengatur Peak Inspirator Pressure (PIP) untuk tekanan Inspirasi dan Positive End Expiratory Pressure (PEEP) untuk tekanan Ekspirasi.” Ungkapnya saat mengenalkan alat Mixsafe.

Setelah nilai PIP ditentukan, atur nilai PEEP dengan menekan dan memutar setelan dengan memperhatikan manometer. Setalah nilai didapat pasang sungkup pada selang, kemudian pasangkan sungkup pada mulut dan hidung. Pastikan tidak ada kebocoran, tekan ujung selang untuk mengetahui dada bayi mengembang atau tidak.

(Video dari youtube Puskesmas Sidamulya) peningkatan kapasitas Skill seperti, Dril Resusitasi, Infus Umbilikal dan KB Pasca Persalinan (KBPP).

Selain itu, dr. Sandy Wahap, M.Kes mengatakan, dalam penanganan bidan harus memiliki tim yang solid dan cekatan sesuai tugasnya.

“Siapa yang harus memasang Infus Umbilikal, leadernya siapa. Suhu tubuh juga diperhatikan, kalau menggalami hipotermia yang kita lakukan hangatkan.” Ujarnya.

Sementara itu, KBPP merupakan pelayanan KB yang diberikan setelah persalinan sampai dengan kurun waktu 42 hari, dengan tujuan mengatur jarak kelahiran, jarak kehamilan, dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, sehingga setiap keluarga dapat merencanakan kehamilan yang aman dan sehat. (sof)

Leave a Reply