RSDJ Tangani Kegawat Daruratan Bersama Klinik dan Puskesmas di Brebes

Kesehatan
Rumah Sakit Dedy Jaya (RSDJ) Brebes terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

BREBES, gugah.id – Rumah Sakit Dedy Jaya (RSDJ) Brebes terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan saat sosialisasi bersama dengan Klinik dan Puskesmas di wilayah Kabupaten Brebes. Selasa (22/11/2022) Pertemuan Jejaring Rujuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif  (Ponek) Kegawat Daruratan Material dan Antenatal Care (Anc) dilaksana di Aula RSDJ Brebes, Jawa Tengah.

Direktur RSDJ, Dokter Prayuda Adhi Laksono, menyampaikan bahwa RSDJ saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat diantaranya berbagai fasilitas dan layanan kesehatan yang lengkap.

“Perlu diketahui ibu-ibu sekalian, bahwa Rumah sakit Dedy jaya kini mempunyai fasilitas dan pelayanan kesehatan yang lengkap diantaranya Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) baru. Dokter Iqsan , Sp.oG dan Dokter Annissa Febriani, Sp.oG,. Semoga dengan ikhtiar yang kami lakukan berdampak baik pada pelayanan dan pengobatan yang diberikan.” Ujarnya Saat Membuka Acara

Tingkat kematian ibu dan anak di indonesia masih cukup besar berdasarkan data Sampling Registration System (SRS) tahun 2018, sekitar 76% kematian ibu terjadi di fase persalinan dan pasca persalinan dengan proporsi 24% terjadi saat hamil, 36% saat persalinan dan 40% pasca persalinan. Oleh karena itu, perlunya penyuluhan dan penekan pada keselamatan anak dan ibu ketika melahirkan.

Dokter Spesialis Obgyn, Iqsan, Sp.oG menyampaikan, bahwa ketenangan dan pemahaman dalam penangangan kegawat daruratan menjadi kunci utama agar tindakan-tindakan selanjutnya tidak salah.

“Penanganan dilapangan seringkali menemukan situasi-situasi diluar kontrol kita, misal ada keluarga yang menjerit kepanikan dan lain-lain, kita harus tetap tenang melakukan langkah-langkah penangannya.” Ujarnya Saat Menyampaikan Materi.

Selain itu, pemateri selanjutnya Dokter Spesialis Obgyn, Annissa Febriani, Sp.oG menyampaikan, saat obervasi kepada ibu hamil sangatlah penting karena berdampak pada penanganan yang dilakukan.

“Kegiatan dalam observasi jangan malu-malu menanyakan hal-hal yang dianggap perlu dan penting kepada pasien karena itu sebagai tolak ukur penanganannya.” Ungkapnya.

Sementara itu, acara di tutup dengan tanya jawab mengenai kegawat daruratan dari berbagai puskesmas dan klinik yang hadir. Diantaranya Klinik Mayla, Klinik Nuzula, Klinik Adibah Klampok, Klinik Dian Perdana Medika, Puskesmas Sidamulya, Puskesmas Pemaron, Puskesmas Wanasari, Pukesmas Brebes, Puskesmas Kluwut, Puskesmas Siwuluh, Puskesmas Kalimati. Tanya jawab dan pembagian dooprize kepada peserta menjadi penutup rangkaian sosialisasi. (Sof)

Leave a Reply