SBB Gelar Pelatihan Pembuatan Paving Block

Ekonomi
MELATIH – Pengurus Yayasan SBB melatih para pemuda membuat Paving block (foto: Dedy Agustian)

BREBES, gugah.id – Yayasan Sepakat Brebes Bermartabat (SBB) terus berupaya membentuk pelatihan peningkatan ekonomi masyarakat melalui usaha kecil menengah. Salah satunya pembuatan paving block (batako). Upaya tersebut merupakan sebuah gerakan nyata dari pemuda desa untuk meningkatkan taraf hidup, dan menambah penghasilan masyarakat.

“Ini merupakan langkah nyata dari Sepakat Brebes Bermartabat dalam mensukseskan program pemerintah Kabupaten Brebes, terutama dalam hal pengentasan kemiskinan,” kata Pendiri Yayasan SBB, Azmi Asmuni Majid melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/9).

Dia berharap, langkah tersebut bisa menjadi salah satu contoh pemberdayaan pemuda untuk kegiatan positif yang menghasilkan. Juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Disisi lain, Ketua Usaha Kecil Menengah (UKM) SBB, M. Iqbal Yulianto mengatakan, pihaknya memberi bantuan pelatihan dan pembinaan kepada pemuda setempat yang tergabung di SBB untuk membuat paving blok.

“Tujuannya, agar kita sama-sama mendukung program pemerintah terkait kepemudaan dan juga pemberdayaan ekonomi. Kita semua sama-sama sepakat bahwa Brebes bermanfaat. Dan kita sama-sama sepakat agar Indonesia emas 2045 bisa tercapai,” jelasnya saat ditemui di lokasi pembuatan paving block di Kelurahan Kaligangsa Wetan, Brebes.

Iqbal berharap, setiap individu bisa memiliki produktivitas dan dalam keluarga juga bisa memiliki produktivitas sehingga Negara Indonesia ini bisa naik menjadi negara berkembang dan bertahap menjadi negara yang maju.

Dalam kesempatan itu, Iqbal juga mengenalkan Yayasan SBB yang menurutnya, merupakan Yayasan yang telah berbadan hukum resmi.

Kemudian, Ketua SBB Kelurahan Kaligangsa Wetan, Imam Mushofa, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Yayasan SBB atas bantuan enterpreneurship tersebut.

“Dengan adanya bantuan enterpreneurship ini kami merasa terbantu sekali. Semoga dengan adanya bantuan ini para pemuda Kaligangsa memiliki kemampuan dan keahlian yang mandiri. Sehingga ke depan mereka bisa berinovasi bergerak sendiri,” pungkasnya. (Gust)

Leave a Reply