Sebagai Desa Miskin Ekstrem, Rengaspendawa Banjir Bantuan

Ekonomi Pariwisata
Bupati Brebes Idza Priyanti meninjau agrowisata Kampung Bengkok di Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan. (foto: Istimewa)

Manfaatkan Tanah Bengkok, Bikin Tempat Wisata

BREBES, gugah.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan akselerasi penanganan desa miskin di lima kabupaten miskin ekstem di Jawa Tengah dengan melakukan intervensi. Langkah itu dilakukan salah satunya dengan meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan pendampingan terhadap kabupaten miskin.

Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinpermadesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah melakukan pendampingan terhadap Desa Rengaspendawa Kecamatan Larangan yang masuk daftar 25 desa intervensi penanganan kemiskinan ekstrem. Di desa itu, kini memiliki agrowisata wisata dengan memanfaatkan tanah bengkok atau tanah milik pemerintah desa.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemun meresmikan tempat wisata Kampung Bengkok di Desa Rengaspendawa. Taj Yasin mengatakan, Desa Rengaspendawa masuk dalam daftar desa miskin ekstrem di Kabupaten Brebes. Pemprov Jateng terus melakukan percepatan kemiskinan di lima kabupaten di Jawa Tengah.

Taj Yasin secara simbolis memberikan bantuan antara lain pemasangan sambungan listrik PLN gratis untuk 42 rumah, bantuan keuangan pembangunan rehab kantor desa Rp.200 juta dan jalan desa sebesar Rp.200 juta. Bantuan keuangan RTLH senilai Rp.36 juta untuk 3 unit rumah, bantuan stimulan pembangunan Musala Al-Mardiyah Rp. 3 juta ditambah sumbangan pribadi Wakil Gubernur Rp 5 juta.

Kemudian, bantuan perlengkapan sekolah untuk 58 anak, bantuan bibit pohon sejumlah 2.200 batang, bantuan benih ikan nila 1.500 ekor dan ikan mas 1.500 ekor. Selanjutnya, peningkatan produktivitas UMKM kerupuk telur asin berupa kompor gas 2 tungku, blender, regulator, panci susun tiga kepada 3 kelompok UMKM. Peralatan UMKM kulit lumpia telur asin berupa kompor gas 1 tungku, regulator, tabung gas, wajan lumpia kepada 5 kelompok UMKM.

“Saya berharap semua OPD di Kabupaten Brebes juga bisa melakukan pendampingan terhadap desa miskin dalam upaya pengentasan kemiskinan. Di Jateng ada lima kabupaten miskin ekstrem, seperti Brebes, Banyumas, Banjarnegara, Pemalang, dan Kebumen,” kata Taj Yasin, Rabu (27/10/2021).

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimun saat mengunjungi Rintisan Tempat Wisata di Desa Rengaspendawa. (foto: Istimewa)

Diketahui, jumlah penduduk miskin ekstrem di Jawa Tengah mencapai 581.968 jiwa yang tersebar di 5 kabupaten. Kelima kabupaten tersebut di antaranya Kabupaten Brebes, Pemalang, Banyumas, Kebumen dan Banjarnegara. Di Kabupaten Brebes tingkat kemiskinan ekstrem 10,34 persen dan jumlah penduduk miskin ekstrem 197.520 jiwa.

“Kan salah satunya Kabupaten Brebes, yang masuk desa miskin ekstrem di Brebes ada lima kecamatan,” ungkapnya.

Taj Yasin atau Gus Yasin menyebut, saat ini Desa Rengaspendawa menjadi salah satu desa dampingan penanganan kemiskinan ekstrem di Kecamatan Larangan. Pihaknya berharap, dengan bekerja sama dengan Bupati dan seluruh Kepala OPD di Brebes bisa melaksanakan dengan baik apa yang dianjurkan Pemprov Jateng yaitu satu OPD satu desa dampingan.

Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, Pemkab Brebes tengah berupaya melakukan akselerasi penanganan desa miskin di lima kecamatan miskin ekstem di Brebes. Pemkab Brebes telah meminta masing-masing OPD melakukan pendampingan terhadap desa miskin. Ada 25 desa intervensi penanganan kemiskinan ekstrem di Brebes.

“Selain dengan upaya masing-masing OPD satu desa dampingan, kami juga melakukan penanganan dengan rogram Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Langkah lain juga terus kami lakukan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem,” tutup Idza. (mah)

Leave a Reply