Sekeluarga Tinggal di Rumah Ambruk di Belakang Kantor Bupati Brebes

Ekonomi Sosial
Penghuni rumah ambruk yang berada di belakang Kantor Bupati Brebes menunjukkan rumahnya. (foto: Mahesa Bagaskara)

BREBES, gugah.id – Sekeluarga di Kabupaten Brebes kurang mampu menempati rumah yang nyaris ambruk. Ironisnya, mereka tinggal di RT 05 RW 10 Kelurahan Pasarbatang, Kota Brebes. Mereka tinggal di rumah yang tak jauh dari Kantor Bupati Brebes.

Kondisi rumah tidak layak huni itu kian parah setelah diterpa angin kencang sekitar 2 bulan lalu. Kini bangunan rumah anyaman bambu itu nyaris ambruk. Bahkan, bagian bangunan lainnya yang berada di ruang tengah dan depan, kondisinya sudah memprihatinkan.

Bangunan yang nyaris ambruk ini, berada di wilayah Kota Brebes, atau 500 meter di belakang kantor pusat pemerintahan Kabupaten Brebes. Untuk bagian yang ambruk diterpa angin kencang, yakni berada di bagian  belakang seperti dapur hingga kamar mandi.

Rumah tersebut ditempati pasangan Agus Gunawan (41) dan istrinya Sartini Handayani (39), beserta 2 anaknya dan adik kandungnya. Sartini Handayani mengaku, dirinya hanya bisa pasrah dan tidak bisa memperbaiki rumahnya ditempati, karena ketidakmampuannya. Apalagi, suaminya Agus Gunawan hanya bekerja sebagai pelayan rumah makan.

“Rumah yang saya tempati, sebenarnya sudah bertahun tahun nyaris roboh. Bahkan, pihak RT maupun pa Lurah Pasarbatang, sudah beberapa kali mengajukan rehab rumah melalui bantuan rumah tidak layak huni ( RTLH ). Tapi hingga sebagian rumahnya ambruk, bantuan rehab tak kunjung didapatkan,” kata Sartini, Kamis (7/10/2021).

Penghuni rumah ambruk yang berada di belakang Kantor Bupati Brebes menunjukkan bagian dalam rumahnya. (foto: Mahesa Bagaskara)

Ketua RT 05/RW 10 Kelurahan Pasarbatang, M. Amin mengakui pihaknya sudah mengajukan rehab rumah sejak 4 tahun lalu. Namun sayangnya belum ada realisasi untuk perbaikan dari pihak Pemkab Brebes.

“Pihak RT sebenarnya sudah berulang kali mengajukan bantuan kepada pemerintah untuk dilakukan rehab karena kondisi rumah tersebut, sudah tidak layak ditempati. Kondisinya membahayakan, bangunannya nyaris roboh, sejak 4 tahun lalu,” katanya.

Baca Juga:

M. Amin menambahkan, kemungkinan besar belum dilakukan perbaikan lantaran persoalan administrasi. Bangunan rumah tersebut, atas nama orang tuanya yang sudah meninggal dunia. Bukan atas nama anaknya yang kini menempati rumah yang roboh tersebut. (mah)

Leave a Reply