Sempat Anjlok, Harga Telur di Peternak Mulai Stabil Tapi di Pedagang Terus Naik

Ekonomi
Pengunjung di Pasar Induk Brebes nampak membeli telur ayam. (foto: Mahesa)

BREBES, gugah.id – Meski sempat anjlok, harga telur ayam di tingkat peternak kini mulai stabil di angka Rp. 19 ribu per kilogram. Harga yang awalnya anjlok sampai Rp. 14 rbu per kilogram, saat ini sudah melebihi break event point (BEP). Namun sampai saat ini para peternak ayam petelur belum mendapatkan untung lebih, lantaran harga telur sempat anjlok selama lima bulan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Brebes, dr. Ismu Subroto mengatan, telur ayam sempat mengalami fluktuasi harga di tingkat peternak. Fluktuasi harga itu terjadi kurang lebih selama lima bulan. Harganya sempat terjun jauh di bawah BEP, Rp. 14 ribu per kilogram. Sementara untuk BEP telur ayam ini adalah Rp. 18 ribu per kilogram.

“Di tingkat peternak saat ini harganya sudah mulai stabil. Saat ini harganya sudah Rp. 19 ribu per kilo yang sebelumnya Rp. 14 ribu per kilo,” kata Ismu di kantornya, Kamis (11/11/2021).

Ismu menjelaskan, meskipun di tingkat peternak harga telur ayam sudah relatif stabil, namun saat ini para peternak belum mendapatkan untung banyak untuk menutup kerugian selama terjadi fluktuasi harga. Hal ini lantaran para peternak di Kabupaten Brebes sempat menjual aset mereka untuk bertahan saat harga telur anjlok.

“Mereka sempat bertahan dengan menjual aset untuk menutup kerugian. Sebab saat itu harga pakan untuk ayam petelur juga sempat naik,” tambahnya.

Sementara itu, harga telur di tingkat pedagang juga sudah berangsur mengalami kenaikan. Pantauan di Pasar Induk Brebes, harga telur ayam saat ini sudah di angka Rp. 25 ribu per kilogram. Sedangkan sepekan lalu harganya Rp. 20 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini berlangsung bertahap sejak harga ayam ini turun drastis.

Pedagang telur ayam di Pasar Induk Brebes, Sairah (62) mengatakan, harga telur ayam mulai berangsur naik dalam sepekan terakhir. Kenaikan per haeri rata-rata Rp. 500 per kilogram. Sepekan lalu harganya Rp. 20 ribu namun saat ini sudah naik menjadi Rp. 25 ribu per kilogram.

“Kalau harga bakulan Rp. 24,500 per kilogram, tapi kalau pengecer Rp. 25 ribu. Kenaikan juga terjadi kalau ada bantuan sosial (bansos), saat itu pasti harga telur naik mahal. Kemungkinan harganya akan naik terus sampai Natal dan tahun baru,” tutupnya. (mah)

Leave a Reply