Sempat Tak Bisa Pulang, Warga Brebes Ini Akhirnya Dirawat di RSUD Brebes

Kesehatan
Seorang dokter RSUD Brebes menanyai pasien yang mengidap penyakit autoimun. (foto: Istimewa)

Warga Brebes Idap Penyakit Autoimun

BREBES, gugah.id – Moh. Abdul Goni (38), warga Desa Cipelem, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sempat viral di media sosial lantaran sudah lama menderita sakit di perantauan dan tidak memiliki biaya untuk berobat.

Ghoni mengaku sudah lima tahun berada di perantauan, tepatnya di Ketapang, Kalimantan Barat. Awalnya, Ghoni hanya merasakan sakit sariawan di bibirnya. Namun, sudah hampir satu setengah bulan berlalu, sakit yang dialaminya malah kian parah.

Selama menderita sakit, Ghoni hanya berobat alakadarnya lantaran kondisi perekonomiannya. Setelah dibantu teman-teman dan saudara baru, Ghoni akhirnya bisa sampai di kampung halamannya, di Brebes.

Sesampainya di Kabupaten Brebes, Ghoni langsung dibawa keluarganya ke RSUD Brebes untuk mendapat perawatan.

“Awalnya sariawan. Sudah sebulan setengah, sempat berobat 3 kali. Terakhir minum air kelapa yang dibakar malah kaya gini. Saya bisa sampai ke sini dibantu teman-teman dan saudara. Alhamdulillah. Sekarang di sini, saya sudah mendingan, nyaman,” katanya saat ditemui di RSUD Brebes, Rabu malam (17/11/2021).

Ghoni yang terlihat lemah dan hanya bisa berbaring di ranjang RSUD Brebes ini menuturkan, meski sebagian tubuhnya mengelupas dan dibalut plastik transparan. Namun, saat ini merasa nyaman.

“Kalau sudah dibungkus plastik seperti ini sih rasanya nyaman-nyaman saja,” tuturnya.

Sementara itu, dokter jaga RSUD Brebes, dr. Yosep C Bagaskoro menjelaskan, pihaknya telah melakukan wawancara, pemeriksaan fisik, dan sudah melaporkan kebagian spesialis kulit.

Menurutnya, untuk sementara Ghoni mengidap salah penyakit autoimun pada kulit, yaitu pemphigus vulgaris.

Salah satu penyakit autoimun dimana penyakit ini menyebabkan kulit dan membran mukosa menjadi melepuh. Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh (autoantibodi) yang seharusnya menyerang penyakit dari luar, menyerang desmoglein atau pertemuan antara sel kulit epidermis. Hal ini menyebabkan sel kulit menjadi ‘mengelupas’ dan menyebabkan proses pelepuhan.

“Diagnosis sementaranya, yaitu Pemphigus Vulgaris. Itu penyakit kulit yang ditandai dengan kulit mengelupas. Kulit mengelupas itu karena autoimun. Jadi imun tubuh bapak ini yang biasanya atau harusnya melawan benda asing, melawan virus, melawan bakteri itu malah menyerang kulitnya sendiri,” jelasnya.

Bagaskoro mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab dari penyakit yang dialami Ghoni. Namun, ada kemungkinan karena obat-obatan.

“Paparan WiFi juga bisa atau dari genetiknya yaitu dari bapaknya ini ada bakat autoimun. Penyebab pastinya memang tidak semudah itu karena penyakit autoimun-nya,” bebernya.

Kemudian, pihaknya sudah memberikan terapi kepada si pasien. Salah satunya diberikan antibiotik dikarenakan kulitnya mengelupas.

“Kulitnya mengelupas, jadi sangat rentan terpapar sama bakteri ya. Jadi tadi dikasih antibiotik agar mencegah terjadinya komplikasi infeksi berikutnya,” imbuhnya.

Baskoro menegaskan, penyakit itu tidak menularkan karena ini akibat gangguan kekebalan tubuh sendiri, dan dapat dikontrol dengan beberapa terapi.

“Tapi penyakit kalau benar ini Pemphigus Vulgaris, maka seharusnya tidak menular,” tutupnya. (mah)

Leave a Reply