Sengkarut Gang Sempit, Penghuni 8 Rumah di Brebes Sulit Beraktivitas Tertutup Bangunan

Peristiwa
Seorang warga di Desa Larangan Kecamatan Larangan, Brebes berusaha melewati gang sempit lantaran tertutup bangunan. (foto: Istimewa)

BREBES, gugah.id – Akses jalan warga di salah satu gang di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes tertutup oleh bangunan rumah. Akibatnya, warga dari delapan rumah yang bermukim di RT 01 RW 07 kesulitan mengakses jalan utama saat beraktivitas. Ini karena lebar gang hanya 40 centimeter. Warga pun harus memiringkan badan untuk melewatinya.

Fahmi (26) anak Kamilah yang rumahnya tertutup tembok persis di sebelahnya mengatakan, kurang lebih sudah seminggu bangunan ini kesulitan mengakses jalan utama lantaran terhalang bangunan baru. Menurutnya, adanya bangunan tersebut membuat akses warga yang berada di belakang bangunan itu sulit mengakses jalan.

“Kalau untuk pembangunan tembok ini, sebelum dibangun dengan keluarga kami selama ini belum ada komunikasi, tau taunya asal bangun aja, kaget juga. Warga lain yang dibelakang rumah saya juga kesulitan untuk beraktivitas, apalagi jika semisal ada emergency.” katanya saat ditemui wartawan, Selasa (23/11/2021).

Kesulitan mengakses jalan ini juga diungkapkan warga lainnya, Supratno (58). Ia yang bermukim di gang tersebut mengatakan bahwa jalan ditutup seperti itu sudah berlangsung selama sepekan. Sebelumnya, lebar gang itu bisa dilalui warga, namun sekarang untuk jalan kaki saja harus memiringkan badan dan bergantian.

“Dulunya pelataran. Jalan itu sudah puluhan tahun ada sebelum ditutup dengan bangunan seperti ini,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi, ada 8 rumah warga yang terhalang bangunan tersebut. Untuk aktivitas warga masih bisa meski harus memutar dan mencari akses jala lain yang lebih jauh. Warga pun terpaksa harus melewati jalan itu saat beraktivitas meskipun sempit untuk dilewati.

“Harapan warga, kedua rumah yang ada di depan gang bisa memberikan akses jalan. Karena yang di sebelah yang saat ini dibangun tembok sudah memberikan 40 centimeter. Kami juga minta agar H. Slamet yang ada di sebelahnya bisa memberikan 40 centimeter supaya semuanya bisa lewat. Semenjak ini dibangun, saya juga belum pernah ketemu Pak H slamet, bahkan dengan keluarganya,” paparnya.

Seorang warga di Desa Larangan Kecamatan Larangan, Brebes berusaha melewati gang sempit lantaran tertutup bangunan. (foto: Istimewa)

Nasikun (58) warga yang mendirikan tembok tersebut mengatakan, rencananya lahan di halaman depan rumahnya dibangun menjadi dua lantai untuk anaknya. Bahkan, dari total luas tanah yang dimiliki sudah menyisakan 40 centimeter untuk akses jalan. Harapannya, tetangga sebelah kiri juga menyumbangkan 40 centimeter. Sehingga, akses jalan bisa tersedia lebih dari cukup.

“Meski saya sudah dicap yang tidak baik. Paling tidak saya membangun di tanah sendiri secara resmi. Apalagi, saya sudah memberi 40 centimeter. Harapannya, H Slamet juga nyumbang 40 centimeter. Jadi nanti pas untuk akses jalan tetangga,” ucapnya.

Pihak Pemerintahan Desa Larangan melalui Kepala Dusun, Ropi’i menyatakan, pihaknya sudah mendatangi kedua belah pihak untuk mencarikan solusi. Namun lantaran keduanya berpegang pada pendiriannya, maka pemerintah desa merasa belum bisa memberikan solusi. Hal ini lantaran pihaknya belum bertemu dengan H Slamet.

“Setelah saya temui, yang membangun ini menyatakan ada space 40 cm untuk digunakan menjadi jalan umum. Namum, keinginan yang punya rumah dibangun ini, tetangga sebelah juga memberi space 40 cm. Sehingga pas untuk jalan. Insya Allah, nanti dengan Pak Kades akan dipertemukan. Karena pak H slamet sendiri saat ini dalam kondisi sakit,” tutupnya. (mah)

Leave a Reply