Sertifikat untuk Si Miskin

Kolom
SERTIFIKAT UNTUK SI MISKIN

Gugah.id Mungkin anda harus jadi miskin terlebih dulu, agar bisa merasakan betapa leganya bisa punya sertifikat tanah. Bagi si miskin punya sertifikat tanah adalah mimpi, lantaran yang mereka alami selama ini harus keluar banyak biaya jutaan rupiah.

Selain itu juga harus siap repot Wira wiri dan Lika liku penuh persyaratan, dan juga harus punya kesabaran ekstra bertahun tahun menunggu sertifikat terbit. Itu pun belom tentu jaminan sertifikat tanah sudah jadi ditangan.

Tapi alkhamdulillah kini sudah tak begitu lagi berkat PTSL yang digalakan presiden Jokowi. PTSL sendiri merupakan pendaftaran tanah sistematis lengkap yang dulu dikenal nama prona.

Soal kekurangan itu biasa, tinggal kita nya yang aktif jangan cuma jadi penonton ketika ada kecurangan, kurang transparan, dan oknum yang memanfaat kan program ini.

Salah satu permasalah dilapangan berkaitan PTSL dimana warga disuruh buat akte dulu oleh oknum panitia dengan biaya kurang lebih satu jutaan sebagai syarat untuk ikut PTSL. Lebih parahnya lagi warga tidak dikasih kwitansi pembayaran, dengan dalil judule dadi sertifikat.

Padahal dalam aturan kementerian agraria sangat jelas bahwa syarat tidak harus pakai akte semua alias tidak harus dibuat kan akte dulu. Tapi tentunya juga dengan melihat kelengkapan riwayat tanahnya.

Selain permasalahan diatas tentu masih ada permasalahan lain yang ditemukan dilapangan seperti pengadaan patok yang terbuat dari potongan paralon padahal dalam aturan harus dicor dan dikasih besi kalau mau pakai paralon.

ditemukan juga permasalahan lain seperti pendaftaran secara mandiri atau reguler yang di ikutkan ke ptsl padahal mereka (pemohon) sudah keluar biaya banyak sampai jutaan rupiah oleh oknum perangkat desa dimasukan ke PTSL.

Padahal untuk ptsl sendiri mudah murah dan cepat, mudah dalam hal prosedur dan persyaratan, murah dalam hal pembiayaan dan relatif cepat gak nyampe setahun sertifikat sudah ditangan.

Kurangnya transparansi juga merupakan permasalah tersendiri, pemdes kurang sosialisasi mulai dari jumlah penerima ptsl kepanitiaan, dan jumlah biaya yang harus ditanggung oleh pemohon. Walaupun biaya sudah di atur oleh kementerian.

Tapi semua itu bukan pantangan dan halangan bagi ribuan warga, Karena kini ribuan warga sudah tenang, tanah tak seberapa luas yang mereka miliki telah di alasi bukti kepemilikan yang sah dan kuat.

Terima kasih atas kerja kerasnya untuk badan pertanahan Nasional (BPN) Brebes dan para kades dan perangkatnya, serta panitia lokal desa yang selalu semangat bekerja.

Selamat untuk warga semoga sertifikat tersebut bisa berdaya guna, menjadi berkah dan manfaat untuk keluarga. Kita tunggu ptsl tahun depan yang lebih baik lagi.

Tulisan Dari,

Junaedi Ahmad (Ketua Seknas Jokowi Brebes)

Leave a Reply