Seteru Gang Sempit di Brebes Tamat – Warga Sepakat Perlebar Jalan Jadi Semeter

Peristiwa
Sejumlah warga membongkar pagar rumah bagian samping milik H. Slamet untuk memperlebar gang sempit. (foto: Mahesa)

BREBES, gugah.id – Seteru gang sempit yang menutup akses delapan rumah di Desa Larangan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes akhirnya menemukan jalan tengah. Jalan yang awalnya hanya 50 centimeter dan tidak bisa dilalui warga dengan leluasa, kini sudah diperlebar menjadi satu meter.

Jalan tengah ini disepakati oleh kedua warga yang letak rumahnya berada di muka gang. Ialah rumah Nasikun (59) yang menyediakan 50 centimeter. Kemudian menyusul H. Slamet yang bada di samping rumahnya yang juga mengikhlaskan tanahnya selebar 50 centimeter. H. Slamet membongkar pagar rumahnya sepanjang 3 meter.

Warga yang kesulitan mengakses jalan, Fahmi (26) mengatakan, Rabu pagi (24/11/2021) sudah ada kesepakatan antara pemilik kedua rumah yang ada di muka gang tersebut. H. Slamet sudah mengikhlaskan tanah 0,5×3 meter untuk akses jalan umum dengan membongkar pagar samping rumahnya.

“Alhamdulillah, tadi pagi TNI, Polisi, dan pihak Kecamatan Larangan meninjau ke sini dan meminta keikhlasan H. Slamet memberikan lahan untuk akses jalan. Setelah disepakati lewat musyawarah, warga langsung membongkar pagar rumah beliau,” katanya, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga: Sengkarut Gang Sempit, Penghuni 8 Rumah Di Brebes Sulit Beraktivitas Tertutup Bangunan

Pemilik tanah, Nasikun yang lebih dulu menghibahkan 0,5×8 meter untuk gang ini juga turut mengikuti kesepakatan sejumlah pihak bersangkutan. Atas kesepakatan itu, gang yang awalnya hanya 50 centimeter kini diperlebar menjadi satu meter. Sehingga, jika dalam kondisi darurat seperti ada kematian warga, keranda bisa melewati gang tersebut.

“Sekarang sudah clear dan tidak ada masalah. Dari saya setengah meter kemudian dari Pak H. Slamet juga setengah meter. Sekarang sudah bisa untuk lalu lalang warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Larangan, Eko Supriyanto menjelaskan, atas kejadian tersebut Pemerintah Desa Larangan bersama Forkompinca Larangan dan sudah ada kesepakatan kedua belah pihak. Pihak yang membangun rumah sudah menyediakan 50 centimeter dan tetangga sebelahnya juga menyediakan 50 centimeter.

“Saat ini sudah dilakukan pembongkaran pagar, sehingga akses keluar masuk warga sudah bisa dilalui selebar satu meter. Pembongkaran dilalukan swadaya dan ada sedikit bantuan dari pemerintah desa,” tutupnya. (mah)

Leave a Reply