Petani di Brebes Alih Bahan Bakar Dari Minyak ke Gas

Nasional Pertanian

Gugah.id – Untuk menghemat biaya produksi pertanian salah satunya dengan dilakukan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk pompa air bagi petani. Petani di Brebes alih bahan bakar dari minyak ke gas. Selain menghemat biaya produksi, konversi ke BBG lebih di untungkan bila dibandingkan dengan menggunakan BBM.

Sambutan Bupati Brebes Idza Priyanti dalam sosialisasi Konversi BBM ke BBG yang dibacakan Asisten II Sekda Brebes Tety Yuliana mengatakan. Penggunaan alat pertanian yang tidak ramah lingkungan dapat menimbulkan degradasi terhadap lingkungan pertanian.

“BBG menghasilkan energi yang bersih dan tidak menimbulkan pencemaran”. Kata Bupati dalam sambutan yang dibacakan asisten II di aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Selasa (10/11).

Acara yang dikemas dengan Penyerahan Bantuan Program Kemitraan Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi VII DPR RI. Diserahkan pula bantuan pompa air BBG sebanyak 250 unit kepada para Ketua Kelompok Tani.

“Dengan menggunakan BBG, akan dapat membantu petani dalam menghemat modal yang biasa dikeluarkan untuk bahan bakar alat pertaniannya,” ungkap Idza.

Dimasa pandemi covid 19 ini, bupati juga berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Mengingat para petani harus sebisa mungkin mencari alternatif untuk menghemat biaya produksi. namun tetap dengan hasil yang maksimal.

Sambutan Bupati Brebes Idza Priyanti dalam sosialisasi Konversi BBM ke BBG yang dibacakan Asisten II Sekda Brebes Tety Yuliana, Selasa (10/11).

Hal Senada juga disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Paramitha Widya Kusuma, sebagai orang yang lahir dan besar di Brebes. Dirinya tahu betul bahwa Kabupaten Brebes merupakan daerah agraris.

Rincian Paket

“Sebagian besar penduduknya adalah petani. Sehingga sebagai wakil rakyat yang saat ini duduk di DPR RI maka saya berusaha untuk membantu petani Brebes dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi”. Katanya.

Mitha mengatakan, dirinya sedih mendapat laporan kondisi irigasi pertanian yang ada di Kabupaten Brebes dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Dengan kondisi 43 persen rusak berat, 34 persen rusak sedang, 19 persen rusak ringan dan hanya 4 persen saja dalam kondisi baik.

“Saya yakin jika kondisi irigasi dibiarkan semacam itu maka akan sangat menghambat produktifitas dibidang pertanian. Oleh karenanya dukungan alat pompa air menjadi salah satu kebutuhan yang sangat mendesak.

Guna meningkatkan produktifitas pertanian dan kesejahteraan para petaninya. Mengingat dengan pompa air konversi bbm ke BBG ini petani bisa menghemat biaya bahan bakar hingga 30%.” imbuh Mitha.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati menjelaskan. Bantuan pompa air program konversi BBM ke BBG Program Kemitraan Kementrian ESDM dan Komisi VII DPR RI untuk Kabupaten Brebes sebanyak 250 paket.

Saat itu juga dan diserahkan kepada 250 petani sasaran yang ada di 12 kecamatan. Adapun rinciannya, Kecamatan Banjarharjo 16 Paket, Brebes 23 Paket, Bulakamba 5 Paket, Bumiayu 4 Paket, Jatibarang 8 Paket, Kersana 13 Paket, Ketanggungan 58 Paket, Larangan 72 Paket, Losari 21 Paket, Songgom 11 Paket, Tanjung 13 Paket, dan Wanasari 6 Paket.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Brebes Moh Taufiq, Asisten Bidang Pengembangan Perekonomian dan Pembangunan Sekda Brebes Tety Yuliana. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Brebes yang juga mantan Bupati Brebes Indra Kusuma, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Yulia Hendrawati, Perwakilan Dirtjen Migas Dan SBM PT Pertamina. (*)

Leave a Reply