Tahun Depan, Pemkot Tegal Prioritaskan Penanggulangan Kemiskinan

Ekonomi
Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono foto bersama TKPK Kota Tegal. (Foto: Bagian Prokompim Setda Kota Tegal)

KOTA TEGAL, gugah.id – Pemerintah Kota Tegal memprioritaskan penanggulangan kemiskinan untuk tahun 2022 mendatang. Bahkan APBD tahun 2022, Pemkot Tegal telah meningkatkan alokasi anggaran untuk penanggulangan kemiskinan.

Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono dalam keterangan resmi yang diterima gugah.id, Jumat (16/12/2021) mengatakan, sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Daerah Kota Tegal Tahun 2021 menyampaikan APBD tahun 2022 memprioritaskan Percepatan Pengurangan Kemiskinan dan Pengangguran.

“Pemerintah memiliki keterbatasan sumber daya dalam pelaksanaan pembangunan. Oleh sebab itu, pemerintah menempatkan diri sebagai pihak yang siap berkolaborasi dengan semua komponen di luar pemerintahan, khususnya dari perbankan, Baznas, civitas akademika, ataupun unsur-unsur lainnya,” katanya.

Penambahan porsi anggaran ini, lanjut Dedy, diperuntukkan bagi para penerima bantuan iuran jaminan kesehatan dari jumlah sasaran penerima bantuan sebanyak 39.000 orang, ditingkatkan menjadi 49.858 orang dengan alokasi anggaran sebesar Rp.18,8 miliar. Ini sebagai bentuk dukungan Pemkot Tegal pada target pencapaian Universal Health Coverage (UHC).

Pemkot Tegal juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp.8,9 miliar dalam bentuk bantuan sosial rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi 482 rumah tangga sasaran. Serta penyediaan bantuan stimulan penyediaan rumah swadaya bagi 40 unit rumah sebesar Rp. 838 juta.

Terkait pemenuhan cakupan air minum layak, tahun 2022 mendatang Pemkot Tegal mengalokasikan anggaran sebesar Rp.7,5 miliar untuk pemasangan 1.481 jaringan perpipaan air minum dengan rencana lokus di Kelurahan Randugunting.

Kemudian, Pemerintah Kota Tegal juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 4,29 miliar untuk membangun 691 unit toilet atau jamban beserta sanitasinya.

Kondisi kemiskinan di Kota Tegal ini menjadi perhatian utama Pemkot Tegal. Meskipun berdasarkan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan tahun 2021 ini kembali meningkat, baik angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah yang naik menjadi 11,79 persen dan angka kemiskinan Kota Tegal juga naik menjadi 8,12 persen.

Dedy Yon juga menyinggung janji saat kampanye terdahulu, dibidang sosial dengan meluncurkan program “Tegal Eman Lansia” dengan memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp. 200 ribu per orang per bulan, serta bantuan permakanan bagi 750 orang lansia terlantar di Kota Tegal.

Hal yang tak kalah penting menurut Dedy Yon yakni di bidang pendidikan. Ada program “Ayo Sekolah Lagi” berupa pemberian assessment bagi siswa dan orang tua, yang rentan putus sekolah maupun yang putus sekolah, agar anak-anak tersebut dapat terus melanjutkan pendidikannya di sekolah.

Di depan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Tegal,  Dedy Yon mengingatkan bahwa peran TKPK itu sangat penting, karena bertugas untuk melakukan koordinasi perumusan kebijakan, perencanaan, dan pemantauan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan, khususnya di Kota Tegal.

“Demikian halnya kepada seluruh jajaran perangkat daerah hingga kecamatan dan kelurahan, saya harapkan untuk mampu membuat program-program pemberdayaan yang terpadu dan harus tepat sasaran sesuai yang dibutuhkan masyarakat miskin,” tutupnya. (ardi)

Leave a Reply