Tanggul Kali Cisanggarung Kritis, Banjir Menunggu Waktu

Peristiwa
(Dok.istmw) terlihat kondisi Tanggul Cisanggarung sangat kritis dan rawan jebol.

BREBES, Gugah.id – Tanggul Sungai Cisanggarung kian hari semakin kritis. Terlihat sejumlah titik nampak posisi tanggul terkikis oleh air sungai tersebut. Hal ini menyebabkan sungai besar di perbatasan Provinsi Jawa Tengah-Jawa Barat, rawan jebol dan menimbulkan banjir besar dengan skala luas.

Tampak salah satu tanggul kritis Cisanggarung yang terletak di Desa Pekauman, Kecamatan Losari, dimana kondisinya kini makin mengkhawatirkan sehingga rawan jebol, jum’at (26/2/2021). Upaya perbaikan terus dilakukan oleh pihak terkait yaitu BBWS Cisanggarung, maupun melalui swadaya masyarakat secara darurat dengan menggunakan karung berisi tanah/pasir dan disertai pemasangan patok kayu maupun bambu.

Hal serupa juga tampak di pinggir jalan wilayah Desa Kalibuntu, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Di titik ini, masyarakat setempat memasang pagar pengamanan darurat yang terbuat dari bambu.

Sebelumnya pada Selasa, (26/1/2021) Kepala BBWS Ismail Widadi, melakukan kunjungan bersama jajarannya. Dalam rangka tindak lanjut upaya penanganan tanggul kritis Sungai Cisanggarung di Blok Supel, Desa Pekauman, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes yang sudah dilakukan oleh Tim Siaga Bencana BBWS Cimanuk Cisanggarung sebelumnya.

Ismail mengatakan, Penanganan konstruksi timbunan karung isi tanah pada sisi tanggul luar untuk mengantisipasi jebolan pada tanggul kritis dan perkuatan tanggul tanah sisi dalam serta bantaran sungai dengan konstruksi pengaman tebing bio engineering merupakan upaya darurat yang telah dilakukan oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung.

“Saya menginstruksikan untuk dilakukan kajian dan desain pengendalian banjir pada DAS Cisanggarung secara komperhensif,” Ujarnya.

Selanjutnya Kepala BBWS mengharapkan keterlibatan dan peran aktif pemangku kepentingan untuk bekerjasama. Termasuk tumbuhnya kesadaran masyarakat tentang potensi bencana disekitarnya dalam rangka mitigasi yang dalam kondisi siaga antisipasi bencana populer dengan istilah SIAGA 500. (PPID-Cimancis)

Seperti diketahui, tanggul Sungai Cisanggarung di wilayah Kecamatan Losari, pernah jebol sepanjang 15 meter pada 22 Februari 2018, tepatnya di Dukuh Bentarsari, Desa Bojongsari, akibat tak mampu menahan debit air dari hulu yang melimpah setelah hujan deras mengguyur wilayah selatan Kabupaten Kuningan, Jabar. Banjir merendam 11 desa dan merenggut 3 jiwa warga Kecamatan Losari. Banjir berlangsung selama 1 minggu, sehingga dinyatakan sebagai bencana Nasional.

Banjir juga melumpuhkan ruas Jalan Raya Pantura serta arus kereta api jurusan Jakarta-Purwokerto-Jawa Timur melalui Brebes. Sehingga akses transportasi darat satu-satunya dari Jabar ke Jateng saat itu hanya mengandalkan ruas Tol Pejagan-Pemalang.

Dua tahun berselang, tepatnya pada 17 Februari 2020 pagi (06.30 WIB), tanggul Sungai Cisanggarung kembali jebol sehingga juga menyebabkan banjir yang menggenangi ratusan pemukiman warga, areal persawahan dan tambak di 5 desa di wilayah Kecamatan Losari dengan ketinggian air antara 50 centimeter sampai dengan 1,5 meter.

Upaya tanggap darurat sebelum jebolnya tanggul sepanjang 25 meter di Desa Babakan, telah dilakukan pihak TNI-Polri, BPBD, SAR, segenap Ormas, dan masyarakat setempat, yaitu penambalan tanggul kritis dengan ribuan karung tanah/pasir dan dipasang patok, namun karena debit air yang tinggi dan deras akhirnya tanggul jebol juga.

Warga di wilayah Kecamatan Losari berharap pihak terkait segera merespon kekhawatiran mereka karena trauma dengan banjir yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya, karena jelas melumpuhkan perekonomian mereka. (*)

Leave a Reply