Tanggulangi Bencana, Bagana Brebes Ikuti Latihan

Umum
bagana brebes latihan di pantai randu sanga indah brebes
tanggulangi-bencana-bagana-ikuti-latihan

BREBES – Tanggulangi bencana, Bagana Brebes ikuti latihan. Kondisi geografis Kabupaten Brebes yang cukup luas dan ada kerawanan bencana di beberapa titik, untuk penanganan bencana di wilayah ini perlu peran serta semua pihak. Selain aparat serta badan penanggulangan bencana, sejumlah organisasi kemasyarakatan juga turut terlibat dalam penanganan bencana

Oleh karenanya, Banser Tanggap Bencana (Bagana) Satkorcab Brebes menggelar pelatihan peningkatan kapasitas untuk pertolongan pertama kepada korban bencana, penyelamatan atau evakuasi korban, serta kedaruratan medis. Masing-masing PAC Banser di 17 kecamatan di Brebes mendelegasikan perwakilan untuk mengikuti pelatihan ini.

Ketua GP Ansor Brebes, Ahmad Munsip mengatakan, ada sekitar 150 anggota Banser dari 17 kecamatan di Brebes yang mengikuti pelatihan Bagana ini. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan skill serta meningkatkan kapasitas anggota Bagana dalam kebencanaan yang lekat dengan masyarakat Brebes.

“Ketika terjadi sesuatu bencana di masyarakat, para anggota Banser dengan keswadayaannya sudah siap membantu masyarakat. Selama ini juga begitu. Tapi perlu ada peningkatan kapasitas atau kemampuan,” kata Munsip di lokasi pelatihan di Pantai Randusanga Brebes, Minggu (13/9).

Melalui pelatihan ini, lanjut dia, tak hanya siaga dalam hal kebencanaan yang sifatnya alam, namun bisa berperan juga saat terjadi bencana sosial maupun yang disebabkan oleh manusia. Selain itu, Banser melalui berbagai lini unitnya selalu siap membantu masyarakat dengan meningkatkan kapasitas anggotanya.

“Dari unit Banser yang ada, selalu punya kepengurusan dan keanggotaan serta ruang-ruang kepelatihan untuk meningkatkan kapasitas anggotanya,” katanya. Munsip mengatakan, di Brebes, Unit Bagana Satkorcab Banser telah ada sejak beberapa tahun lalu. Banyak peristiwa bencana yang terjadi di Brebes yang Bagana ikut membantu penanganannya. Seperti bencana longsor Salem tahun 2018.

Kemudian, bencana kebakaran hutan di Kecamatan Sirampog tahun 2019, bencana banjir yang terjadi beberapa tahun terakhir. Koordinator Tim SAR Brebes, yang melatih Bagana, Waryadi mengatakan, dalam pelatihan penanganan kebencanaan ini, Bagana mendapatkan pelatihan penyelamatan bencana yang terjadi di air. Salah satunya teknik olah gerak perahu karet, teknik membawa korban di air, dan teknik penyelamatan korban akibat kecelakaan di air. “Setekah ini nanti ada pelatihan vertical rescue yang akan ditempatkan di wilayah selatan Brebes,” katanya.

Dia melanjutkan, pelatihan ini untuk memberi bekal kepada personel Bagana. Pelatihan untuk bencana air di lakukan di wilayah pesisir. Sedangkan untuk bencana alam yang lain seperti tanah longsor akan dilakukan di wilayah selatan. Selama ini, Banser juga berperan aktif dalam tanggap bencana. “Seperti kita ketahui, kiprah GP Ansor dan Banser di Brebes dalam hal penanganan tanggap darurat bencana atau aksi kepeduliaaan kemanusian, meskipun dengan segala keterbatasan, mereka tetap semangat membantu sesama,” pungkasnya. (Red)

Leave a Reply