Telur Asin Ditetapkan Sebagai WBTb

Sejarah

BREBES – Telur asin dikenal sebagai kuliner khas Brebes, kini sudah banyak diproduksi oleh daerah lain. Sangking banyaknya daerah lain yang memproduksi telur asin, dianggap bisa merusak dan menurunkan kualitas telur Brebes.

Sementara itu, bagi Kabupaten Brebes telur asin memiliki makna yang luar biasa, dari sejarah hingga filosofis. Demi mempertahankan kualitas dan identitas sebagai Kota Telur Asin, Pemkab Brebes berupaya untuk menetapkan bahwa kuliner yang satu ini bukan hanya sebatas kuliner, melainkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTb).

Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) mengajukan telur asin sebagai warisan budaya.

“Selain bawang merah, Brebes juga dikenal sebagai Kota Telur Asin. Oleh karenanya telur asin ini harus diproteksi sebagai warisan budaya tak benda. Telur asin juga punya sejarah yang cukup panjang, hingga menjadi populer dan menjadi barang oleh-oleh,” kata Kepala Bidang Kebudayaan, Dinbudpar Brebes, Wijanarto, Senin (28/9).

Mengingat ada sejarah, yakni terkait ilmu pengasinan telur dari Tionghoa, maka Pemkab Brebes berupaya memproteksi khazanah kuliner khas Brebes ini. Permendikbud Nomor 106 Tahun 2013 menyebutkan, kriteria warisan budaya tak benda, di antaranya terdapat nilai budaya, identitas masyarakat, jati diri, diterima masyarakat.

“Telur asin Brebes ini memiliki kriteria sesuai Permendikbud itu. Analisis kajian tentang telur asin sudah lama ada. Sehingga kami mengusulkan telor asin sebagai warisan budaya tak benda untuk kriteria keterampilan. Sebagai warisan budaya tak benda, bukan sebagai kuliner,” tegas Wijanarto yang juga seorang sejarawan.

Menurut Wijanarto, telur asin juga menandakan teknologi pengolahan pangan dengan cara pengawetan pengasinan, merupakan simbol toleransi.

Telur asin juga bisa diterima oleh masyarakat asli Brebes yang akhirnya menjadi identitas masyarakat Brebes. Semua proses pembuatan telur asin pun ada filosofis dan nilai budaya.

“Ada 31 usulan WBTb dari Jateng, 14 di antaranya lolos dan salah satunya telor asin. Upaya proteksi telur asin sebagai warisan budaya Brebes ini didukung oleh para pengusaha telur asin dan pengrajin. Artinya ini kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Dengan proteksi ini, klaim tentang telur asin tidak bisa dilakukan oleh daerah lain sebagai WBTb karena sudah masuk kekayaan intelektual dan tercatat di Unesco. Bagi pengrajin, ini sebagai upaya untuk mempertahankan identitas dan kualitas.

Selanjutnya, tahun 2021 nanti, semua pengusaha diberi sertifikat telur asin. “Telur asin Brebes ini sudah lolos dan memenuhi syarat dari ketentuan Permendikbud sebagai warisan budaya tak benda,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply