Telur Ayam di Pasar Induk Tembus Rp.32 Ribu, Pedagang: Lapak Sepi

Ekonomi
Petugas Pasar Induk Brebes memantau harga pangan. (foto: Mahesa)

BREBES, gugah.id – Menjelang akhir tahun 2021, dalam sepekan ini harga telur ayam ras di toko grosir di Pasar Induk Brebes mengalami kenaikan hingga tembus Rp.32 ribu per kilogram. Bahkan harga tersebut pertama kalinya masuk ke Pasar Induk Brebes.

Pantauan di Pasar Induk Brebes, harga telur ayam ras dipastikan naik jika ada pembagian Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah.

Salah satu pedagang telur ayam ras Sairah (62) mengatakan, dalam sepekan terakhir harga telur ras di Pasar Induk Brebes naik hingga Rp.32 ribu dari sebelumnya Rp.28 ribu per kilogram.

“Harganya terus naik dalam sepekan terakhir tembus hingga Rp.32 ribu, saya tidak tahu faktor apa yang bikin harga naik. Yang jelas harga telur pasti naik jika ada pembagian Bansos dari pemerintah,” katanya, Selasa (28/12/2021).

Harga ini, kata Sairah, pertama kalinya menjual termahal selama saya berjualan telur puluhan tahun.

“Harga Rp.32 ribu per kilo ini pertama kalinya selama saya berdagang telur puluhan tahun. Beberapa tahun lalu paling mahal kisaran Rp.28 ribu per kilo. Karena saya fokus hanya berjualan telur saja, jadi saya hafal betul harga telur,” ungkapnya.

Baca Juga:
Cabai Setan Meroket Tembus Rp.100 Ribu Per Kg

Sairah juga mengeluhkan, lapak dagangannya beberapa hari terakhir sepi dari pembeli. Menurutnya, selain banyak warga baru mendapatkan Bansos dari pemerintah, faktor harga yang mahal juga memengaruhi.

“Sudah beberapa hari terakhir sepi dari pembeli, biasanya kalo Bansos keluar pasti seperti ini. Selain itu, harganya juga bisa dibilang mahal,” tuturnya.

Dampak dari harga telur yang mahal, juga dikeluhkan Slamet (27) pedagang nasi goreng. Ia mengatakan, harga yang mahal tersebut membuatnya bingung menjual dagangannya. Sebisa mungkin ia menyiasati kenaikan harga telur.

“Mending sekalian aja jadi Rp.40 ribu per kilonya. Jadi saya jual nasi gorengnya Rp.16 ribu per porsinya. Kalo harga telur Rp. 32 ribu perkilonya susah untuk menjual dagangan saya,” pungkasnya. (mah)

Leave a Reply