Tercoret Daftar Penerima Bansos Covid-19 Nenek Sebatangkara Andalkan Belas Kasih Warga

Ekonomi Sosial

Gugah.id – Untuk membantu perekonomian masyarakat akibat terdampak pandemi Covid-19, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten memberikan bantuan sosial (bansos) berupa uang tunai maupun paket sembako. Dimana Pemkab Brebes juga memberikan bansos sebesar Rp 200 ribu kepada warga terdampak Covid-19. Namun, disinyalir Bansos Covid-19 banyak yang tidak tepat sasaran.

Diantaranya Nenek bernama Muadah (65) yang tinggal di RT 02 RW 04 Kelurahan Pasarbatang Kecamatan/Kabupaten Brebes justru tercoret dari data penerima bantuan sosial yang diberikan pemerintah. Nenek Muadah hidup sebatangkara dan menggantungkan hidupnya dari belas kasihan tetangga.

Menurut Nenek Muadah, dirinya sempat menerima bantuan Rp 200 ribu pada tahap pertama. Namun untuk tahap kedua dan ketiga justru namanya tercoret dari daftar penerima.

“Makan sering dikasih sama tetangga. Sebenarnya kecewa karena tidak dapat bantuan lagi, tapi mau gimana lagi,” Ujar nenek muadah, Senin (2/11)

Muadah tidak masuk dalam daftar penerima bantuan sejenis. Termasuk di dalam data penerima bantuan PKH maupun BPNT. Sementara anaknya, sudah meninggal sekitar 10 tahun lalu.

Muadah yang selama ini hanya hidupnya hanya mengandalkan dari hasil panen pohon sawo di dekat rumahnya serta mengandalkan belas kasihan tetangga berharap agar dirinya bisa kembali mendapatkan bantuan sosial seperti yang didapat warga lainnya. Namun ia hanya bisa pasrah dengan kebijakan pemerintah.

“Kebetulan saya punya pohon sawo. Kalau berbuah setahun sekali nanti buahnya dijual. Tahun kemarin jual buah sawo dapat Rp800 ribu untuk makan dan kebutuhan lainnya seperti bayar listrik,” Tambahnya.

Kepala Kelurahan Pasarbatang, Kusuma Edi mengatakan, penerima bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Brebes tahap pertama maupun tahap kedua dan ketiga ada pengurangan jumlah penerima yang dilakukan oleh Dinas Sosial Brebes. Adapun data penerima  juga didapatkan dari Dinas Sosial, bukan dari pihak kelurahan.

“Setelah kami menerima surat untuk usulan penerima bantuan. Usulan yang masuk dalam DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Tahap pertama kami mengusulkan 1809 kepala keluarga dan yang menerima bantuan dari jumlah usulan itu ada 1369 kepala keluarga,” katanya.

Untuk tahap kedua, lanjut dia, ada pengurangan kuota penerima bantuan yang sebelumnya 1369 menjadi 1144 kepala keluarga. Di tahap ketiga, juga mengalami pengurangan dan menjadi 1119 kepala keluarga yang menerima bantuan tersebut. Terkait pengurangan kuota, kewenangannya ada di Dinas Sosial.

“Pengurangan ini katanya dengan dasar penyaringan ada yang dapat bantuan dobel dan lainnya,” lanjut Kusuma.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Brebes, Masfuri menyebutkan, sejak tahap pertama hingga tahap ketiga memang ada pengurangan kuota bagi penerima bantuan. Yaitu, bagi warga yang menerima ganda dari bantuan pemerintah lainnya yang harus dicoret. Pencoretan juga dilakukan kepada warga yang data KK atau NIK nya salah.

“Memang ada pengurangan kuota penerima bansos. Tapi pencoretan itu dasarnya data KK atau NIK nya salah dan bagi yang penerima ganda,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply