Tim SAR Cek Peralatan Penyelamatan

Regional
Anggota Tim SAR mengecek peralatan Penyelamatan
Foto: Anggota Tim SAR mengecek peralatan Penyelamatan

Gugah.id – Menghadapi musim hujan dengan intensitas tinggi, Tim SAR Kabupaten Brebes sudah mempersiapkan personel dan cek perlengkapan peralatan penyelamatan. Namun ada sejumlah kendala untuk menunjang kinerja Tim SAR Brebes. Dengan perlengkapan peralatan yang minim, untuk melakukan pertolongan, Tim SAR tetap yakin siap menangani jika terjadi bencana.

Tim SAR Brebes tak memiliki perahu karet yang digunakan untuk melakukan pertolongan setelah perahunya mengalami kerusakan. Idealnya, mengingat Kabupaten Brebes memiliki wilayah cukup luas, Tim SAR Brebes membutuhkan dua unit perahu karet untuk kapasitas 6 orang. Selain perahu, Tim SAR juga tak memiliki alat selam.

Koordinator Tim SAR Brebes, Waryadi mengatakan, wilayah Kabupaten Brebes beberapa tahun terakhir selalu dilanda bencana banjir. Segala macam persiapan telah dilakukan oleh Tim SAR Brebes guna menghadapi situasi tersebut. Salah satunya perahu karet yang digunakan untuk evakuasi warga terdampak banjir. Namun, terdapat kendala pada peralatan penting tersebut.

“Dengan segala keterbatasan peralatan ini kami tetap siap, tetap semangat untuk melakukan pertolongan jika terjadi bencana,” kata Waryadi.

Dia menyebutkan, perahu karet satu-satunya yang dimiliki Tim SAR Kabupaten Brebes kondisinya rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi. Tim SAR Brebes juga sudah mengajukan bantuan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas) pusat, namun hingga kini belum direalisasikan. Perahu karet sangat dibutuhkan karena Kabupaten Brebes merupakan daerah perairan.

“Perahu karet sangat dibutuhkan dan paling kita andalkan untuk melakukan evakuasi saat terjadi banjir. Ketika bencana itu terjadi dan tidak ada perahu karet, maka kami tidak bisa berbuat apa-apa,” tambahnya.

Daerah perairan dengan dilintasi beberapa sungai besar dan merupakan daerah pesisir, membuat Kabupaten Brebes rawan terjadi bencana alam terutama banjir. Perahu karet juga sangat dibutuhkan untuk penyelamatan orang tenggelam. Sebab, dari data yang dimiliki Tim SAR, saat musim kemarau ini justru banyak terjadi orang tenggelam.

“Kami punya 15 personel dan warga yang kami bina ada 150 orang. Kami melakukan pelatihan terhadap para pelajar untuk menjadi relawan juga. Jadi untuk personel kami sudah siap. Hanya perlengkapan yang dimiliki Tim SAR sangat minim,” tambahnya.

Memasuki musim hujan tahun ini, lanjut Waryadi, pihaknya telah melakukan pengecekan berbagai peralatan yang di miliki. Di antaranya mesin perahu, tabung oksigen, katrol tripod, tali, dan peralatan lainnya. Pengecekan itu dilakukan untuk mengetahui apakah peralatan tersebut masih layak digunakan untuk penyelamatan atau sebaliknya.

“Kami cek kelengkapan peralatan penyelamatan, dan rata-rata masih bisa digunakan. Jadi kami harus siap dengan musim hujan ini,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply