Tragedi Kanjuruhan Malang, Menewaskan 125 Dari Jumlah Korban Sebanyak 448

Nasional
(dok.kompastv) konferensi pers atas tragedi setelah pertandingan Arek Malang (Arema FC) melawan Persatuan Sepak Bola Surabaya (Persebaya).

NASIONAL, gugah.id – Kerusuhan yang terjadi dalam pertandingan Arek Malang (Arema FC) melawan Persatuan Sepak Bola Surabaya (Persebaya), akibat tragedi sepak bola pada Derby Jawa Timur. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy melaporkan total akhir korban Kanjuruhan Malang menewaskan 125 dari jumlah korban sebanyak 448 orang. Senin (3/10/2022).

Berdasarkan Informasi yang dihimpun saat menggelar Konferensi Pers dilansir dari youtube kompastv, Muhadjir mengatakan data korban telah diverifikasi oleh sejumlah pihak, bahwa sebelumnya korban diberitakan sebanyak 129 orang meninggal dunia.

“Saya ingin sampaikan hasil terakhir tentang korban. Sekali lagi ini adalah hasil terakhir dari korban, yang sudah diverifikasi oleh semua pihak termasuk dari pihak Polri, rumah sakit, maupun dari pihak penyelenggara yaitu jumlah korban semuanya adalah 448 orang,” Kata Muhadjir Effendy Saat Konferensi Pers, Minggu (2/10/2022) malam.

Lebih lanjut, Muhadjir merinci, bahwa dari jumlah total 448 korban. Sebanyak 125 orang meninggal dunia, 302 orang mengalami luka ringan, dan 21 orang menderita luka berat.

Keterbukaan data korban ini, Muhadjir berharap tidak ada spekulasi-spekulasi terkait jumlah korban.

Selain itu, kerusuhan yang terjadi usai laga BRI Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pertandingan berakhir dengan skor 2-3. Aremania, sebutan untuk suporter Arema FC, tak terima dengan kekalahan tim kesayangannya.

Leave a Reply