varietas beras hitam brebes

Varietas Beras Hitam Sirampog Kaya Akan Manfaat Untuk Kesehatan

Pertanian
varietas beras hitam brebes
Dokumen Istimewa. Bupati Brebes Idza Priyanti menunjukan Produk Beras Hitam Sirampog dan tanda diterbitkannya varietas tanaman padi dari Kementrian Pertanian.

Gugah.id – Masyarakat di Kabupaten Brebes khususnya di Kecamatan Sirampog kini tengah mengembangkan varietas padi. Padi yang tumbuh di daerah pegunungan tersebut menghasilkan beras hitam.

Kini padi yang dihasilkan dari kecamatan Sirampog secara resmi telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian Indonesia. Dan sudah diterbitkannya tanda daftar varietas tanaman pada 6 Mei 2020.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Yuli Hendrawati mengatakan, jenis padi ini tidak seperti padi biasa. Karena hanya bisa dipanen dalam waktu enam bulan.

Padi ini tumbuh di lima desa di Kecamatan Sirampog, yaitu Desa Kaligiri, Sridadi, Mendala, Manggis dan Mlayang, dengan total luas lahan sekira 12 hektar.

“Beras Hitam, mengandung anti oksidan tinggi, bila ingin diolah menjadi minuman, bisa dicampur dengan jahe dan serai, kita namakan Jahe Saritem. Mengkonsumsi minuman tersebut sangat dianjurkan, apalagi di masa pandemi Covid-19. Sehingga dapat memperkuat daya tahan tubuh,”Ungkapnya.

Dari hasil uji laboratorium, beras hitam Sirampog mengandung beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan jenis beras lainnya. Diantaranya, pertama, kandungan serat kasar (Dietary fiber) pada beras hitam terbukti yang paling tinggi dibandingkan dengan kandungan serat kasar pada jenis beras lainnya. Serat kasar sangat berpengaruh dalam pengaturan kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes mellitus.

Kedua, kandungan Antosianin pada beras hitam jauh lebih tinggi dibandingkan dengan beras lainnya. Antosianin ini berguna sebagai anti oksidan yang berfungsi melindungi sel-sel tubuh dengan mengikat radikal bebas yang bisa merusak sel tubuh.

Antosianin pada beras hitam terdiri dari Cyanidin-3-Glucoside (Cy-3-glu) dan Cyanidin. Jenis Antosianin ini ditemukan memiliki kemampuan anti oksidan kuat yang dapat melawan Reactive Oxygen Species (ROS) sejenis radikal bebas dan mengurai kerusakan sel yang terpapar oleh sinar UV (Kim et al, 2006).

Hasil penelitian Kim et al (2006) juga menunjukan bahwa beras hitam memiliki efek cardioprotektif. Antosianin juga dikatakan mempunyai sifat anti karsinogenik, memberi perlindungan kepada sistem kardiovaskular, menjaga kadar gula dalam darah. Khususnya bagi penderita kencing manis, mencegah penyakit saluran kencing dan menghambat serangan bakteria Helicobacter pylori yang menyebabkan masalah lambung, kanker perut dan radang usus.

Selain aspek kesehatan, Antosianin digunakan secara luas untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah penuaan dini dengan membentuk kolagen baru, karena pada saat yang sama ia juga mampu meningkatkan efek vitamin C dan E untuk mengembalikan keremajaan kulit.

Manfaat Antosianin yang terkandung dalam beras hitam yaitu, meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, menstabilkan kadar gula dalam darah, memperbaiki kelainan fungsi ginjal, menyerap kolesterol dalam darah, mencegah penyakit jantung dan darah tinggi. Mencegah pengerasan pembulu nadi, mencegah anemia, kanker dan asam urat, merangsang pembentukan sel baru, memperbaiki sel hati, menghambat penuaan.

Ketiga, memiliki kandungan vitamin, mikro elemen dan asam amino yang bermanfaat bagi tubuh manusia. (*)

Leave a Reply