Virtual Meeting Jadi Solusi

Kolom

Gugah.id – Wabah Covid-19 hingga kini belum jelas kapan akan berakhir. Bahkan kecenderungan korban yang terinfeksi semakin banyak. Jumlahnya mencapai jutaan orang dan yang meninggal karena visrus ini sudah ratusan ribu orang. Namun kehidupan ekonomi, politik dan demokrasi harus tetap jalan.

Namun bagaimana caranya agar kehidupan umat manusia ini dapat terus eksis di tengah pandemi ini?

Banyak cara dilakukan, mulai dari pembuatan antivirusnya atau vaksin agar mereka yang berkontak langsung dengan penderita bisa kebal. Selain itu, juga melakukan protokol kesehatan yang disarankan, seperti pakai masker, cuci tangan, pakai sabun dan menghindari kerumunan.

Interaksi yang intens antarmanusia menjadi persoalan tersendiri, Karena tidak mungkin kehidupan ini akan tetap berjalan tanpa komunikasi yang intens tersebut.

Ada sejumlah cara, selain menghindari kerumunan dalam aktivitas sehari-hari ini. Yakni memanfaat teknologi yang terus berkembang. Dulu ada video conference untuk melakukan pembicaraan jarak jauh.

Ada juga video call, yang jumlahnya hanya untuk beberapa orang saja. Namun teknologi itu masih ada kekurangannya, karena audiens tidak dapat berinteraksi langsung.

Kini sudah ada teknologi yang semakin canggih, di mana semua audiens bisa berinteraksi secara langsung. Sejumlah aplikasi ditawarkan, mulai dari yang gratis sampai yang berbayar.

Dengan perkembangan teknologi tersebut, sejumlah kegiatan penting, seperti rapat-rapat, pertemuan, hingga doa bersama dilakukan secara virtual. Seminar hingga konferensi antarbangsa pun dilakukan secara virtual atau dalam jaringan. Memang dalam penggunaan teknologi tersebut, terdapat kendala dan hambatan.

Di antaranya adalah keberadaan alatnya dan sinyal dari internet, yang kadang naik turun. Hal-hal inilah yang harus dicarikan solusinya, hingga pembicaraan yang penting tidak terganggu gara-gara sinyalnya putus.

Begitu pula dalam pengembangan dan pembelajaran demokrasi, seperti sosialisasi Pilkada dan Pemilu maupun hasil-hasilnya. Kegiatan ini juga bisa dilakukan secara virtual atau bahasa Indonesia yang baku adalah pertemua dalam jariangan, karena menggunakan perangkat jaringan internet.

Peserta pun dapat berinteraksi secara langsung, berdialog dan diskusi secara langsung. Pemaparan materi pun bisa dilihat langsung, dengan layanan aplikasi yang ada, baik power point, video, link web maupun lainnya.

Virtual Meeting

Virtual meeting ini jadi solusi di tengah pandemi. Namun kegiatan ini tidak mengurangi isi materi yang akan disampaikan para narasumber. Peserta pun dapat menangkap secara langsung apa yang disampaikan materi.

Namun semuanya aman dari kontak langsung, yang merupakan sarana penularan covid-19 yang sangat mengkhawatirkan sekarang ini.Sejumlah peristiwa tertularnya covid-19 ini terjadi karena kontak langsung, baik melalui makan bersama, kongkow di café, atau wisata yang menggunakan kendaraan umum bersama-sama.

Dengan virtual meeting, maka kontak langsung ini akan diminimalisasi. Sehingga aman dari penularan penyakit, yang kini sudah ditemukan vaksinnya. Namun demikian, protokol kesehatan tetap harus dipenuhi.

Ada saja yang kurang dalam virtual meeting ini, yakni kurang sreg, kurang asyik dan kurang maksimal. Namun hal ini sementara ini bisa dilewati dulu. Karena memang tidak ada yang tahu, apakah seseorang itu membawa virus itu atau tidak.

Meskipun yang bersangkutan mengaku sehat-sehat saja. Tetap harus waspada dengan berbagai protokol kesehatan.

Selain itu, dengan aplikasi-aplikasi media sosial yang ada, virtual meeting ini juga bisa disebarkan lewat medsos tersebut. Seperti facebook, twitter, instagram, youtube, dan lainnya. Sehingga pesan-pesan yang disampaikan tetap akan didengar dan dilihat banyak orang.

Bahkan setelah kegiatan tersebut lewat, karena masih tersimpat jejak digitalnya. Kalau langkah-langkah ini sudah dilakukan, maka tak ada alasan untuk tidak mengatakan bahwa virtual meeting ini adalah solusi di tengah pandemi. (*)

Tulisan : Muamar Riza Pahlevi (Ketua KPU Kabupaten Brebes)

Leave a Reply