Walikota Tegal Kekeuh Tutup Akses Jalan Kawasan Alun-alun

Ekonomi
Seorang pengendara mencoba masuk ke Kawasan Alun-alun Kota Tegal dengan menaiki trotoar. (foro: Hardiyanto)

KOTA TEGAL, gugah.id – Kebijakan Pemerintah Kota Tegal, menutup akses jalan di kawasan alun-alun menuai protes keras dari pemilik toko dan warga yang ada di kawasan itu. Meski mendapat protes keras, namun Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono kekeuh tidak akan mengkaji ulang kebijakan tersebut.

Dedy mengungkapkan, penutupan akses jalan ke alun-alun pada jam tertentu karena kawasan tersebut hingga Taman Pancasila nantinya diperuntukkan hanya untuk pejalan kaki. Ia pun meminta masyarakat bisa memahami kebijakannya itu. Dengan kebijakan tersebut, Dedy Yon berharap kawasan alun-alun dan Taman Pancasila bisa benar-benar menjadi ruang publik.

“Kita harapkan masyarakat memahami bahwa alun-alun ruang publik. Setiap malam khusus untuk pejalan kaki,” kata Dedy Yon usai meluncurkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di Kantor Kecamatan Margadana, Rabu siang (8/12/2021).

Dedy mengatakan, pihaknya sedang mengantisipasi potensi keramaian alun-alun sampai Taman Pancasila. Sehingga, kawasan akses masuk ke Alun-alun Kota Tegal diportal dan kendaraan bermotor itu dilarang melintas. Penutupan itu berlangsung mulai pukul 18.00-00.00.

Menurut Dedy, pihaknya akan menyediakan kantong-kantong parkir di sekitar kawasan alun-alun dan Taman Pancasila selama akses jalan ke kedua tempat publik itu ditutup dari pukul 18.00 – 00.00 WIB. Sedikitnya terdapat empat kantong parkir yang sedang disiapkan, di antaranya di lahan samping Balai Kota Tegal dan di sebelah selatan Stasiun Tegal.

“Tanggal 15 Desember kita penandatanganan untuk penyerahan dan pemberesan ruang parkir. Kami meyakini kedua tempat itu nantinya akan mendatangkan masyarakat dari luar kota untuk datang ke Kota Bahari.

“Kalau pandemi sudah berakhir, saya yakin banyak masyarakat yang akan datang, tidak hanya dari dalam kota tapi luar kota juga, sehingga nanti ramai sekali. Sangat membahayakan kalau mobil, motor lewat situ. Sepeda juga kita larang. Nanti hanya untuk pejalan kaki dan sepatu roda. Waktunya jam 18.00 – 00. 00. Cuma sebentar,” tandasnya.

Baca Juga:
Puluhan Pedagang Di Alun-Alun Kota Tegal Kibarkan Bendera Kuning, Ada Apa?
Warga Protes Keras Penutupan Akses Alun-Alun Kota Tegal

Tonton Juga:
Warga Protes Keras Penutupan Akses Alun-Alun Kota Tegal

Dedy Yon mengaku akan berupaya meyakinkan masyarakat terkait alasan kebijakan penutupan akses jalan ke alun-alun tersebut. Dia meminta masyarakat untuk bersabar atas kebijakannya itu.

“Kita lihatlah nanti tahun depan alun-alun sangat ramai. Karena situasi dan kondisi (lampu PJU) kita matikan dulu sampai akhir tahun karena kemarin arahannya nunggu Natal dan Tahun Baru, nunggu PPKM yang dilevelkan sama,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pemilik toko dan warga yang berada di sekitar kawasan alun-alun Kota Tegal memprotes kebijakan pemkot menutup seluruh akses jalan ke kawasan tersebut. Kebijakan yang sudah berlangsung selama sekitar empat bulan itu berdampak pada sepinya pembeli dan sulitnya warga beraktivitas.

Mereka mengadukan penutupan jalan menggunakan portal itu ke DPRD dengan hasil DPRD mengirimkan rekomendasi agar Pemkot Tegal meninjau ulang kebijakan tersebut. Selain keluhan warga, pertimbangan pengiriman rekomendasi itu karena pemkot tidak memiliki dasar hukum.

Tak hanya mengadu ke DPRD, para pemilik toko juga serentak memasang bendera kuning di depan toko masing-masing sebagai simbol duka cita matinya perekonomian karena adanya penutupan jalan. Mereka bahkan sempat turun ke jalan untuk memprotes kebijakan walikota tersebut. (mah)

TONTON VIDEO

Leave a Reply