Warga Protes Keras Penutupan Akses Alun-alun Kota Tegal

Peristiwa
Salah seorang warga memprotes keras penutupan kawasan Alun-alun Kota Tegal karena omset penjualan di tokonya menurun drastis. (foto: Hardiyanto)

KOTA TEGAL, gugah.id – Penutupan akses jalan masuk Alun-alun Kota Tegal dengan portal yang digembok dikeluhkan warga dan para pemilik toko setempat. Akibat ditutup portal, para pemilik toko mengalami penurunan omzet yang cukup drastis. Warga pun kesulitan keluar masuk saat kondisi emergensi.

Sejak beberapa bulan lalu, Walikota Tegal Dedi Yon Supriyono memerintahkan penutupan akses jalan menuju Alun-alun Kota Tegal. Semua akses masuk menuju alun-alun dipasang portal permanen untuk mengurangi mobilitas warga dari mulai pukul 18.00 hingga pukul 24.00 setiap hari.

Penutupan jalan mendapat penolakan warga dan para pemilik toko setempat, karena Kota Tegal saat ini menerapkan PPKM Level 1. Akibat penutupan, aktivitas warga terganggu dan omzet penjualan para pemilik toko menurun drastis.

Padahal mereka harus menanggung bayar sewa toko yang cukup mahal. Selama dua tahun pandemi, pusat pertokoan di kawasan alun-alun sangat terdampak akibat sepinya pengunjung karena adanya pembatasan aktivitas warga atau PPKM.

Warga kesulitan memasuki kawasan Alun-alun Kota Tegal dan harus naik ke trotoar. (foto: Hardiyanto)

Salah seorang pemilik toko, Atik Prihatin mengungkapkan, meski saat ini PPKM telah turun menjadi Level 1, akses jalan masih ditutup oleh Walikota. Padahal warga dan pemilik toko berharap akses jalan dibuka agar bisa mudah dilewati. Pemilik toko busana ini mengungkapkan kesedihannya karena omzet menurun drastis.

“Saya sering tidak melayani pembeli karena jalan ditutup. Ini sudah PPKM Level 1 tapi sampai sekarang belum dibuka. Para pedagang di sini protes,” katanya, Kamis petang (2/12/2021).

Pemilik toko lain, Anis Yuslam mengatakan, karena ada penutupan ini, seorang warga yang sakit beberapa hari lalu akhirnya meninggal dunia. Ini karena ambulan tidak bisa masuk ke pemukiman warga di kawasan Alun-alun Kota Tegal. Warga berharap akses jalan kembali dibuka, agar mereka bisa bertahan hidup di tengah pandemi.

“Sejumlah toko di kawasan alun-alun bahkan terpaksa menutup usahanya akibat dampak penutupan jalan. Saya mengalami penurunan omzet hingga tujuh puluh persen karena sepinya pembeli,” ungkapnya.

Tak hanya warga dan pemilik toko, sejumlah jamaah Masjid Agung Kota Tegal yang hendak beribadah, sering diminta meninggalkan Masjid Agung Kota Tegal oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) karena jalan akan ditutup. Kondisi tersebut dikeluhkan para jamaah, karena untuk beribadah saja susah bagi mereka yang menggunakan sepeda motor maupun mobil pribadi.

Seorang warga, Wahyudin menuturkan, akibat penutupan jalan, para
pengendara sepeda motor terpaksa melewati trotoar agar bisa pulang ke rumah atau keluar alun-alun. Sejumlah mobil bahkan terjebak di kawasan alun-alun, karena minimnya petugas Dishub yang berjaga di setiap titik penutupan jalan.

“Kami berharap penutupan akses ini segera dibuka, agar aktivitas warga tidak terganggu,” tutupnya. (ardi)

Leave a Reply