Wow, Anak dan Bapak Ini Kompak Curi Kerbau di Tegal

Peristiwa
Para tersangka komplotan pencuri kerbau di Kabupaten Tegal dan Brebes dibekuk polisi. (foto: Hardiyanto)

TEGAL, gugah.id – Komplotan bandit atau dibekuk polisi saat beraksi di Kabupaten Tegal. Satreskrim Polres Tegal membekuk tujuh tersangka komplotan yang kerbau di lintas kota. Ironisnya, dua di antara para tersangka ini merupakan bapak dan anak. Mereka kompak dengan masing-masing perannya. Mereka berperan sebagai eksekutor dan penadah hasil curian.

Para bandit ini dibekuk tim Resmob Satreskrim Polres Tegal di wilayah Desa Prupuk Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal pada Jumat lalu (3/12/2021). Sebelum ditangkap, komplotan yang berasal dari Jawa Barat ini baru saja menggasak empat ekor kerbau milik warga di Desa Pakulaut, Kabupaten Tegal.

Kasatreskrim Polres Tegal, AKP I Gede Dewa Ditya Krishnanda saat dikonfirmasi menuturkan, dari hasil pengembangan kasus pencurian ini, para tersangka juga beraksi di wilayah Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal dan Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

“Tim Opsnal Satrekrim Polres Tegal mendapati enam orang tersangka dengan menggunakan truk, di mana yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana pencurian dan pemberatan, yakni pencurian hewan,” kata Kasatreskrim, Selasa (15/12/2021).

Dia menuturkan, dua tersangka di antaranya merupakan bapak dan anak. Si anak berperan sebagai eksekutor, sedangkan bapaknya sebagai penadah kerbau hasil curian. Sementara, satu orang tersangka diserahkan ke Polres Brebes, karena terlibat pencurian kerbau bersama kelompok lain di wilayah Tonjong, Brebes.

“Saat ditangkap, ada empat ekor kerbau yang dicuri di atas truk. Saat itu tersangka melakukan pencurian di Tonjong, Brebes. Sebelumnya melakukan pencurian di wilayah hukum Polres Tegal, yakni di Pakulaut Margasari dan Cempaka kecamatan Bumijawa. Kerugian sekitar Rp 60 juta,” lanjut Kasatreskrim.

Sementara itu, salah seorang pelaku, Adung mengaku, agar aksinya tak diketahui warga, mereka selalu beraksi saat tengah malam. Saat menjalankan aksinya, para tersangka ini menggunakan peralatan tambang untuk menarik kerbau; pisau untuk memotong tali tambat kerbau; serta sebuah truk diesel yang digunakan untuk mengangkut hasil curian.

“Bunyi terus kalau lagi diambil. Ya kalau di jalan mah dia gak bunyi. Anaknya sih pasti bunyi kalau jauh dari induknya. Gak ada cuma ditarik aja. Kalau beraksi sekitar setengah dua. Saya di pohon bagian mengamati,” katanya.

Empat ekor kerbau yang berhasil diamankan saat penangkapan para tersangka, telah diserahkan kembali kepada pemiliknya karena butuh perawatan. Sebagai barang bukti, polisi menyita sebuah truk diesel dan peralatan yang digunakan para tersangka.

Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (ardi)

Leave a Reply